【Rugi 1,18 miliar dolar AS dalam tiga bulan! Yang dibidik peretas kripto mungkin bukan hanya dompet🔥】
🔥 加密安全事件进群跟进
Alarm keamanan di industri kripto kembali berbunyi!
Laporan terbaru dari perusahaan keamanan Hacken menunjukkan bahwa pada kuartal ketiga 2026, terjadi 107 insiden keamanan di industri kripto dengan total kerugian sekitar 1,18 miliar dolar AS. Ini merupakan kuartal dengan kerugian terbesar sejak Bybit mengalami serangan besar pada kuartal pertama 2025.
Empat insiden besar menyumbang sebagian besar kerugian:
💥 Sekitar 387 juta dolar AS dicuri dari Bitget.
💥 Liquid Network diserang, dengan kerugian sekitar 320 juta dolar AS.
💥 Insiden Tectonic melibatkan sekitar 120 juta dolar AS.
💥 Kerentanan terkait Coldcard menyebabkan kerugian sekitar 115 juta dolar AS.
Namun, hal yang benar-benar perlu diwaspadai bukan hanya berapa banyak uang yang dicuri peretas.
Hacken menyebutkan bahwa sekitar 77% kerugian kuartal tersebut, yakni sekitar 906 juta dolar AS, terkait dengan vendor pihak ketiga, alat pengembangan, perbaikan keamanan yang tidak segera diterapkan, serta masalah infrastruktur yang luput dari audit keamanan.
Sederhananya, masalahnya mungkin bukan hanya pada blockchain itu sendiri, tetapi juga tersembunyi di dalam alat dan layanan yang mendukung keseluruhan sistem.
Meski smart contract telah lolos audit, penyerang tetap bisa menemukan celah jika ada masalah pada sistem dompet, perangkat lunak keamanan pihak ketiga, atau pengelolaan izin penting.
Tentu saja, sebagian dana berhasil dikembalikan atau kerugiannya ditanggung oleh platform. Laporan tersebut menyebutkan sekitar 387 juta dolar AS dikembalikan atau dibatalkan, sementara sekitar 410 juta dolar AS kerugiannya ditanggung oleh operator terkait. Namun, sekitar 384 juta dolar AS masih belum berhasil dipulihkan maupun mendapat ganti rugi.
📌 Insiden ini benar-benar menunjukkan bahwa keamanan industri kripto tidak boleh hanya berfokus pada smart contract, tetapi juga harus mencakup dompet, alat pihak ketiga, izin penandatanganan, dan infrastruktur dasar.
Bagi pengguna biasa, saat memilih platform, jangan hanya melihat volume perdagangan dan biaya transaksi. Bagi industri secara keseluruhan, kemampuan keamanan juga semakin menjadi faktor kunci dalam persaingan infrastruktur.
#加密安全2026
🔥 加密安全事件进群跟进
Alarm keamanan di industri kripto kembali berbunyi!
Laporan terbaru dari perusahaan keamanan Hacken menunjukkan bahwa pada kuartal ketiga 2026, terjadi 107 insiden keamanan di industri kripto dengan total kerugian sekitar 1,18 miliar dolar AS. Ini merupakan kuartal dengan kerugian terbesar sejak Bybit mengalami serangan besar pada kuartal pertama 2025.
Empat insiden besar menyumbang sebagian besar kerugian:
💥 Sekitar 387 juta dolar AS dicuri dari Bitget.
💥 Liquid Network diserang, dengan kerugian sekitar 320 juta dolar AS.
💥 Insiden Tectonic melibatkan sekitar 120 juta dolar AS.
💥 Kerentanan terkait Coldcard menyebabkan kerugian sekitar 115 juta dolar AS.
Namun, hal yang benar-benar perlu diwaspadai bukan hanya berapa banyak uang yang dicuri peretas.
Hacken menyebutkan bahwa sekitar 77% kerugian kuartal tersebut, yakni sekitar 906 juta dolar AS, terkait dengan vendor pihak ketiga, alat pengembangan, perbaikan keamanan yang tidak segera diterapkan, serta masalah infrastruktur yang luput dari audit keamanan.
Sederhananya, masalahnya mungkin bukan hanya pada blockchain itu sendiri, tetapi juga tersembunyi di dalam alat dan layanan yang mendukung keseluruhan sistem.
Meski smart contract telah lolos audit, penyerang tetap bisa menemukan celah jika ada masalah pada sistem dompet, perangkat lunak keamanan pihak ketiga, atau pengelolaan izin penting.
Tentu saja, sebagian dana berhasil dikembalikan atau kerugiannya ditanggung oleh platform. Laporan tersebut menyebutkan sekitar 387 juta dolar AS dikembalikan atau dibatalkan, sementara sekitar 410 juta dolar AS kerugiannya ditanggung oleh operator terkait. Namun, sekitar 384 juta dolar AS masih belum berhasil dipulihkan maupun mendapat ganti rugi.
📌 Insiden ini benar-benar menunjukkan bahwa keamanan industri kripto tidak boleh hanya berfokus pada smart contract, tetapi juga harus mencakup dompet, alat pihak ketiga, izin penandatanganan, dan infrastruktur dasar.
Bagi pengguna biasa, saat memilih platform, jangan hanya melihat volume perdagangan dan biaya transaksi. Bagi industri secara keseluruhan, kemampuan keamanan juga semakin menjadi faktor kunci dalam persaingan infrastruktur.
#加密安全2026