Inflasi AS yang tinggi memicu likuidasi karena membuat pasar memperkirakan suku bunga AS akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Hal ini biasanya menekan aset berisiko, termasuk kripto, karena imbal hasil Treasury dan nilai dolar naik.

Penurunan kripto diperparah oleh leverage: banyak trader mengambil posisi long di futures perpetual. Saat harga turun, tingkat margin melewati ambang likuidasi sehingga bursa terpaksa menutup posisi. Penjualan paksa ini menambah tekanan jual dan menciptakan efek berantai yang mendorong total likuidasi mendekati $942M.

Singkatnya: inflasi tinggi → ekspektasi suku bunga lebih ketat → aksi jual karena menghindari risiko → likuidasi posisi long berleverage.

Analisis di atas merupakan analisis pasar dan bukan nasihat investasi.