Korea akan memperketat keamanan siber di sektor keuangan. Banyak orang langsung panik begitu melihat kata “Korea” dan “regulasi”, mengira pasar akan ambruk lagi.
Mari kita luruskan dulu apa yang sebenarnya terjadi.

Bulan ini, 16 lembaga keuangan di Korea mengalami insiden keamanan. Di antaranya ada bank, perusahaan pinjaman, dan dua bursa kripto: Gopax dan Prabang. Sekitar 100 ribu data pelanggan bocor, termasuk nama, nomor telepon, dan nomor identitas. Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi bahwa dana mereka dicuri.
Komisi Jasa Keuangan Korea memeriksa 555 perusahaan keuangan di seluruh negeri dan menemukan 130 di antaranya memiliki celah keamanan. Karena itu, aturan baru akan diberlakukan: lembaga besar wajib melakukan pemeriksaan keamanan setidaknya dua kali setahun, pimpinan harus bertanggung jawab jika terjadi insiden, dan AI akan digunakan untuk memantau peretas.

Dampak aturan ini terhadap harga kripto dalam jangka pendek tidak besar. Aturannya masih dibahas, belum ditentukan kapan akan diterapkan, dan juga tidak menyebutkan pembatasan perdagangan.
Yang benar-benar perlu diperhatikan adalah dampak selanjutnya.

Ketika standar keamanan diperketat, biaya kepatuhan ikut meningkat. Bursa besar seperti Upbit dan Bithumb mampu menanggungnya, tetapi bursa kecil akan kesulitan. Gopax, yang disebut dalam insiden kali ini, memang termasuk bursa kecil.
Kalau bursa kecil tak sanggup bertahan, dana investor ritel Korea akan semakin terkonsentrasi di dua bursa besar itu.

Ini merupakan sinyal penting bagi altcoin. Investor ritel Korea adalah pendorong utama reli altcoin. Pada September, AVA masuk ke pasar KRW di Bithumb dan harganya langsung naik dua kali lipat pada hari itu. Volume perdagangannya dalam won bahkan sempat melampaui Binance. Semakin terkonsentrasi dana, semakin besar pula lonjakan harga ketika bursa besar mencantumkan sebuah koin.

Jadi, dalam jangka panjang, aturan baru ini akan memperkuat keunggulan dua bursa besar Korea.

Namun, hal yang lebih genting bagi pasar kripto Korea hari ini bukanlah aturan baru ini, melainkan pasar saham. Indeks saham Korea sempat anjlok hingga 8% hari ini, sementara Samsung dan Hynix sama-sama turun lebih dari 10%. Investor ritel Korea merugi di pasar saham. Dalam jangka pendek, dana yang mereka gunakan untuk trading kripto tentu akan berkurang. Jadi, altcoin yang populer di kalangan warga Korea perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan.
#韩国拟收紧金融网络安全规定 $BTC