CPI mengejutkan pasar, saham AS dan BTC sama-sama tertekan! Kapan penurunan kali ini akan berakhir?
Setelah CPI AS bulan September diumumkan tadi malam, pasar tetap tak mampu bertahan.
CPI AS naik 3,7% secara tahunan dan 0,6% secara bulanan. Keduanya menambah tekanan pada pasar. Inflasi yang kembali meningkat berarti jalan The Fed untuk memangkas suku bunga mungkin tidak semulus yang dibayangkan, bahkan kemungkinan kenaikan suku bunga lagi pun tidak bisa dikesampingkan. Jelas ini bukan kabar baik bagi aset berisiko seperti saham AS dan BTC.
Di pasar saham AS, S&P 500 turun 1,11%, Nasdaq turun 1,88%, sementara sektor semikonduktor terpukul jauh lebih keras. Pasar sebelumnya menaruh harapan besar pada saham teknologi dan industri AI. Namun, ketika risiko inflasi dan suku bunga kembali menjadi sorotan, tekanan valuasi pun akan meningkat dengan cepat.
Menariknya, hasil kinerja ASML kuartal ketiga yang diumumkan kemarin sebenarnya sangat mengesankan: pendapatan sekitar 11,66 miliar euro, laba bersih sekitar 4,96 miliar euro, dan margin kotor mencapai 57,5%. Perusahaan juga tetap optimistis terhadap permintaan jangka panjang untuk peralatan terkait AI.
Apa artinya?
Fundamental industri yang baik bukan berarti harga saham pasti naik. Ketika kondisi makroekonomi tidak mendukung, kinerja sebaik apa pun belum tentu bisa langsung membalikkan sentimen pasar.
Lalu, apakah saham AS dan BTC masih berpeluang bangkit?
Menurut saya, kuncinya tetap bergantung pada dua faktor: pertama, apakah harga minyak bisa turun sehingga tekanan inflasi mereda; kedua, apakah data ekonomi berikutnya bisa membuat pasar kembali yakin terhadap kebijakan The Fed. Jika situasi di Timur Tengah mereda dan harga energi turun, tekanan pasar berpeluang berangsur berkurang.
Namun, jika harga minyak terus naik dan inflasi tak kunjung turun, kekhawatiran pasar terhadap suku bunga tinggi akan terus berlanjut.
Jadi, saat ini tak perlu menganggap pasar bullish telah berakhir hanya karena satu candle bearish besar, dan jangan pula terburu-buru membeli saat harga turun hanya karena kinerja melampaui ekspektasi. Selanjutnya, fokuslah mengamati apakah saham AS bisa stabil dan apakah ada pembeli sungguhan yang menopang BTC di level support penting.
Yang benar-benar dibutuhkan pasar bukanlah lebih banyak cerita positif, melainkan tanda-tanda bahwa tekanan inflasi mulai mereda.
$BTC
$SNDK
Setelah CPI AS bulan September diumumkan tadi malam, pasar tetap tak mampu bertahan.
CPI AS naik 3,7% secara tahunan dan 0,6% secara bulanan. Keduanya menambah tekanan pada pasar. Inflasi yang kembali meningkat berarti jalan The Fed untuk memangkas suku bunga mungkin tidak semulus yang dibayangkan, bahkan kemungkinan kenaikan suku bunga lagi pun tidak bisa dikesampingkan. Jelas ini bukan kabar baik bagi aset berisiko seperti saham AS dan BTC.
Di pasar saham AS, S&P 500 turun 1,11%, Nasdaq turun 1,88%, sementara sektor semikonduktor terpukul jauh lebih keras. Pasar sebelumnya menaruh harapan besar pada saham teknologi dan industri AI. Namun, ketika risiko inflasi dan suku bunga kembali menjadi sorotan, tekanan valuasi pun akan meningkat dengan cepat.
Menariknya, hasil kinerja ASML kuartal ketiga yang diumumkan kemarin sebenarnya sangat mengesankan: pendapatan sekitar 11,66 miliar euro, laba bersih sekitar 4,96 miliar euro, dan margin kotor mencapai 57,5%. Perusahaan juga tetap optimistis terhadap permintaan jangka panjang untuk peralatan terkait AI.
Apa artinya?
Fundamental industri yang baik bukan berarti harga saham pasti naik. Ketika kondisi makroekonomi tidak mendukung, kinerja sebaik apa pun belum tentu bisa langsung membalikkan sentimen pasar.
Lalu, apakah saham AS dan BTC masih berpeluang bangkit?
Menurut saya, kuncinya tetap bergantung pada dua faktor: pertama, apakah harga minyak bisa turun sehingga tekanan inflasi mereda; kedua, apakah data ekonomi berikutnya bisa membuat pasar kembali yakin terhadap kebijakan The Fed. Jika situasi di Timur Tengah mereda dan harga energi turun, tekanan pasar berpeluang berangsur berkurang.
Namun, jika harga minyak terus naik dan inflasi tak kunjung turun, kekhawatiran pasar terhadap suku bunga tinggi akan terus berlanjut.
Jadi, saat ini tak perlu menganggap pasar bullish telah berakhir hanya karena satu candle bearish besar, dan jangan pula terburu-buru membeli saat harga turun hanya karena kinerja melampaui ekspektasi. Selanjutnya, fokuslah mengamati apakah saham AS bisa stabil dan apakah ada pembeli sungguhan yang menopang BTC di level support penting.
Yang benar-benar dibutuhkan pasar bukanlah lebih banyak cerita positif, melainkan tanda-tanda bahwa tekanan inflasi mulai mereda.
$BTC
$SNDK