Apa yang terjadi antara harga di bursa dan umpan oracle on-chain?
Itulah salah satu pertanyaan paling menarik dalam infrastruktur oracle.
Pada beberapa desain oracle, pengguna hanya memiliki visibilitas terbatas terhadap proses internal di balik harga akhir.
DIA mengambil pendekatan berbeda melalui Lasernet, rollup Layer-2 yang dibangun untuk komputasi oracle.
Berikut cara kerja arsitektur Lumina:
1. Feeder mengumpulkan data
Operator independen mengumpulkan data terperinci dari CEX, DEX, dan sumber lainnya, lalu mengirimkannya ke Lasernet.
2. Pod menyimpan kiriman data
Kontrak pintar menyimpan data feeder secara on-chain, sehingga kiriman tersebut tersedia untuk diproses lebih lanjut.
3. Agregator menghitung feed
Kontrak on-chain menerapkan aturan validasi dan metodologi yang dapat dikonfigurasi untuk menghasilkan keluaran oracle akhir.
Salah satu metodologi yang digunakan $DIA adalah MAIR — Moving Average with Interquartile Range — yang menggabungkan penetapan harga rata-rata bergerak dengan penyaringan pencilan.
Mengapa ini penting?
Karena transparansi bukan hanya soal mengetahui harga akhir. Transparansi juga berarti kita dapat memeriksa bagaimana data yang dikirimkan diproses.
Ada juga kaitannya dengan token: DIA digunakan untuk membayar gas di Lasernet, sehingga token ini memiliki fungsi dalam transaksi oracle.
Itu tidak menjamin apresiasi nilai token. Namun, hal ini menghubungkan utilitas dengan penggunaan jaringan yang sebenarnya.
Menurut saya, perbedaan arsitektur yang patut dicermati sederhana saja:
Pengambilan data → Pemrosesan on-chain → Keluaran oracle yang dapat diverifikasi.
Semakin kompleks DeFi, semakin penting untuk memahami bagaimana data oracle dihasilkan—bukan hanya ke mana data itu akhirnya dikirim.