CPI AS pada September kembali naik: angka keseluruhan melonjak ke 3,7%, sementara CPI inti naik dari 2,4% menjadi 2,6%. Keduanya lebih tinggi dari perkiraan. Ini kenaikan pertama sejak Mei. Penyebab utamanya masih perang dengan Iran yang mendorong harga minyak naik; harga solar bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Setelah harga di SPBU naik, tekanan harga mulai merembet ke berbagai sektor lain—bukan hanya pengendara yang merasakan dampaknya.
Begitu data dirilis, imbal hasil obligasi pemerintah AS langsung melonjak, dolar menguat, sementara emas dan perak langsung terpukul. Sebelumnya pasar masih menebak-nebak apakah suku bunga akan naik pada September. Kini, pasar memperhitungkan tiga kali kenaikan lagi hingga akhir 2027. Era suku bunga tinggi pun diperkirakan berlangsung lebih lama.
Pemilu paruh waktu sudah di depan mata. Harga minyak dan biaya hidup yang tinggi membuat para pemilih tidak senang, dan kemungkinan besar Partai Republik yang akan menjadi sasaran kemarahan mereka. Trump terus berupaya menekan harga minyak, tetapi dampak perang masih berlanjut.
Data CPI dan PPI bulan Agustus sebelumnya sudah mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga lebih tinggi. Data September kali ini semakin memperkuatnya. Suku bunga tinggi perlahan bukan lagi sekadar “dampak jangka pendek akibat perang”, melainkan sesuatu yang diasumsikan akan bertahan lebih lama. Bagi kripto, ekspektasi suku bunga yang bertahan tinggi lebih lama dan dolar yang kembali menguat membuat prospek likuiditas semakin suram.
Begitu data dirilis, imbal hasil obligasi pemerintah AS langsung melonjak, dolar menguat, sementara emas dan perak langsung terpukul. Sebelumnya pasar masih menebak-nebak apakah suku bunga akan naik pada September. Kini, pasar memperhitungkan tiga kali kenaikan lagi hingga akhir 2027. Era suku bunga tinggi pun diperkirakan berlangsung lebih lama.
Pemilu paruh waktu sudah di depan mata. Harga minyak dan biaya hidup yang tinggi membuat para pemilih tidak senang, dan kemungkinan besar Partai Republik yang akan menjadi sasaran kemarahan mereka. Trump terus berupaya menekan harga minyak, tetapi dampak perang masih berlanjut.
Data CPI dan PPI bulan Agustus sebelumnya sudah mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga lebih tinggi. Data September kali ini semakin memperkuatnya. Suku bunga tinggi perlahan bukan lagi sekadar “dampak jangka pendek akibat perang”, melainkan sesuatu yang diasumsikan akan bertahan lebih lama. Bagi kripto, ekspektasi suku bunga yang bertahan tinggi lebih lama dan dolar yang kembali menguat membuat prospek likuiditas semakin suram.