🚨 Setelah data CPI mengejutkan, dolar justru melemah! Tapi mengapa BTC masih belum berani benar-benar terbang?

Kemarin pasar masih khawatir inflasi AS kembali naik, tetapi hari ini ceritanya berubah.

CPI AS bulan September naik 3,7% secara tahunan, lebih tinggi dari perkiraan.

Secara teori, inflasi yang melampaui ekspektasi berarti tekanan suku bunga makin besar, sehingga dolar seharusnya terus menguat.

Namun, reaksi pasar terbaru justru menunjukkan:

Dolar mundur dari level tertinggi dalam 18 bulan, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mulai turun.

Sementara itu, BTC sempat menembus US$84.000, tetapi tidak mampu bertahan di atas level tersebut.

Ini cukup menarik.

Tekanan makroekonomi mulai mereda. Lalu, mengapa BTC masih sulit naik?

Menurut saya, jawabannya mungkin ada pada arus dana.

Saat ini pasar tidak kekurangan alasan untuk memantul. Yang kurang adalah dana yang bersedia terus membeli.

ETF bisa membawa institusi masuk ke pasar kripto, tetapi bukan berarti institusi membeli setiap hari.

Dolar yang melemah juga bukan berarti dana pasti akan mengalir ke BTC.

Meredanya sentimen negatif makro hanyalah salah satu syarat untuk terjadinya pantulan; yang benar-benar menentukan seberapa jauh pergerakan harga bisa berlanjut tetaplah tekanan beli.

Selanjutnya, saya akan mengamati apakah BTC mampu kembali bertahan di atas US$84.000 dan apakah arus dana ETF spot membaik.

Jika harga hanya didorong oleh berita tanpa didukung volume perdagangan yang konsisten, pantulan ini masih bisa sangat rapuh.

Hal yang paling perlu diwaspadai dalam pergerakan kali ini bukanlah salah membaca arah, melainkan mengira pantulan sesaat karena sentimen sebagai pembalikan tren.

#BTC #ETH #BNB