Data CPI September 2026 yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan inflasi tahunan sebesar 3,7% dan inflasi inti tahunan sebesar 2,6%. Keduanya melampaui ekspektasi pasar dan mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Angka inflasi yang “lebih panas” ini mematahkan optimisme pasar sebelumnya bahwa inflasi akan terus mereda. Ini juga menambah satu lapis “batas atas yang tidak pasti” pada prospek suku bunga. Tekanannya akan terasa lebih besar bagi semua aset berisiko yang valuasinya ditopang oleh suku bunga rendah.
Reaksi langsung logam mulia terlihat jelas: harga emas spot sempat turun hampir 40 dolar AS ke sekitar 4.129,6 dolar AS per ons, sementara harga perak spot merosot sekitar 1 dolar AS ke 58,07 dolar AS per ons. Pasar menggunakan harga untuk menunjukkan kekhawatiran terhadap suku bunga yang “lebih tinggi untuk waktu lebih lama”.
Dalam situasi seperti ini, aset kripto dalam jangka pendek mungkin lebih dihadapkan pada persoalan biaya pendanaan dan selera risiko, alih-alih sekadar berharap kebijakan segera berbalik arah. Apakah lonjakan inflasi kali ini bisa dikendalikan akan menjadi salah satu variabel kunci dalam menilai kondisi makroekonomi ke depan.
Angka inflasi yang “lebih panas” ini mematahkan optimisme pasar sebelumnya bahwa inflasi akan terus mereda. Ini juga menambah satu lapis “batas atas yang tidak pasti” pada prospek suku bunga. Tekanannya akan terasa lebih besar bagi semua aset berisiko yang valuasinya ditopang oleh suku bunga rendah.
Reaksi langsung logam mulia terlihat jelas: harga emas spot sempat turun hampir 40 dolar AS ke sekitar 4.129,6 dolar AS per ons, sementara harga perak spot merosot sekitar 1 dolar AS ke 58,07 dolar AS per ons. Pasar menggunakan harga untuk menunjukkan kekhawatiran terhadap suku bunga yang “lebih tinggi untuk waktu lebih lama”.
Dalam situasi seperti ini, aset kripto dalam jangka pendek mungkin lebih dihadapkan pada persoalan biaya pendanaan dan selera risiko, alih-alih sekadar berharap kebijakan segera berbalik arah. Apakah lonjakan inflasi kali ini bisa dikendalikan akan menjadi salah satu variabel kunci dalam menilai kondisi makroekonomi ke depan.
