【Bank-bank turun tangan serentak, kali ini benar-benar berbeda?】
Jangan terkecoh karena ETH masih turun dalam beberapa hari terakhir. Sikap institusi dan bank tradisional diam-diam mulai berubah.
Dalam 48 jam, dua kabar datang beruntun. Pertama, Standard Chartered membuka perdagangan spot BTC dan ETH bagi investor profesional di Uni Emirat Arab. Kustodian dan penyelesaiannya sepenuhnya menggunakan sistem tertutup milik mereka sendiri. Tak lama kemudian, Sberbank, bank terbesar di Rusia, juga mendapat izin untuk menjalankan bursa kripto. Pasangan perdagangan BTC, ETH, dan USDT akan tersedia mulai Desember.
Terus terang, melihat kedua kabar ini secara bersamaan jauh lebih menarik daripada terus memantau grafik harga.
Dulu, institusi yang ingin masuk ke dunia kripto harus menggunakan kustodian pihak ketiga. Prosesnya berbelit dan risikonya tinggi. Kini, bank-bank ini langsung menghubungkan aset digital ke sistem kliring yang sudah mereka miliki. Dana nasabah sama sekali tidak keluar dari sistem keuangan tradisional. Ini bukan langkah kecil-kecilan, melainkan upaya memasukkan aset kripto ke dalam kerangka keuangan yang teregulasi.
ETH sekarang sudah turun hampir separuh, dengan koreksi lebih dari 50% dari puncaknya. Melihat angka ini saja, mereka yang pesimistis mungkin akan berkata trennya sudah rusak. Namun, dari sudut pandang lain, periode koreksi sedalam ini secara historis sering menjadi momen bagi modal jangka panjang untuk menilai kembali nilainya.
Pertanyaan utamanya: apakah logika bisnisnya masuk akal?
Langkah bank-bank ini saat ini masih terutama berfokus pada BTC. Permintaan institusional terhadap ETH belum benar-benar muncul. Namun, menurut saya, ini hanya soal waktu. Setelah sistem tertutup perbankan berjalan lancar, permintaan perdagangan ETH melalui kanal yang teregulasi akan menyusul secara bertahap. Lebih penting lagi, begitu jalur institusional ini terbuka, semakin banyak modal tradisional akan tertarik masuk ke ekosistem ETH dengan hambatan yang lebih rendah.
Siapa yang akan terdampak?
Kelompok pertama adalah institusi tradisional dan nasabah ultra-kaya yang masih menunggu. Kini mereka punya akses yang teregulasi, dan dana mereka sangat besar—alokasi kecil saja bisa menggerakkan pasar. Kelompok kedua adalah para pengembang proyek dalam ekosistem. Masuknya modal institusional akan mendorong cara baru dalam menilai aplikasi di lapisan aplikasi.
Namun, apakah ETH mampu memanfaatkan gelombang ini bergantung pada apakah kisah di lapisan aplikasinya bisa terus berkembang. Kalau institusi sudah masuk, tentu harus ada sesuatu untuk diinvestasikan. Mengandalkan spekulasi kripto saja tidak cukup.
Menurutmu, apakah masuknya bank-bank secara serentak kali ini benar-benar bisa membangkitkan permintaan institusional terhadap ETH?
Jangan terkecoh karena ETH masih turun dalam beberapa hari terakhir. Sikap institusi dan bank tradisional diam-diam mulai berubah.
Dalam 48 jam, dua kabar datang beruntun. Pertama, Standard Chartered membuka perdagangan spot BTC dan ETH bagi investor profesional di Uni Emirat Arab. Kustodian dan penyelesaiannya sepenuhnya menggunakan sistem tertutup milik mereka sendiri. Tak lama kemudian, Sberbank, bank terbesar di Rusia, juga mendapat izin untuk menjalankan bursa kripto. Pasangan perdagangan BTC, ETH, dan USDT akan tersedia mulai Desember.
Terus terang, melihat kedua kabar ini secara bersamaan jauh lebih menarik daripada terus memantau grafik harga.
Dulu, institusi yang ingin masuk ke dunia kripto harus menggunakan kustodian pihak ketiga. Prosesnya berbelit dan risikonya tinggi. Kini, bank-bank ini langsung menghubungkan aset digital ke sistem kliring yang sudah mereka miliki. Dana nasabah sama sekali tidak keluar dari sistem keuangan tradisional. Ini bukan langkah kecil-kecilan, melainkan upaya memasukkan aset kripto ke dalam kerangka keuangan yang teregulasi.
ETH sekarang sudah turun hampir separuh, dengan koreksi lebih dari 50% dari puncaknya. Melihat angka ini saja, mereka yang pesimistis mungkin akan berkata trennya sudah rusak. Namun, dari sudut pandang lain, periode koreksi sedalam ini secara historis sering menjadi momen bagi modal jangka panjang untuk menilai kembali nilainya.
Pertanyaan utamanya: apakah logika bisnisnya masuk akal?
Langkah bank-bank ini saat ini masih terutama berfokus pada BTC. Permintaan institusional terhadap ETH belum benar-benar muncul. Namun, menurut saya, ini hanya soal waktu. Setelah sistem tertutup perbankan berjalan lancar, permintaan perdagangan ETH melalui kanal yang teregulasi akan menyusul secara bertahap. Lebih penting lagi, begitu jalur institusional ini terbuka, semakin banyak modal tradisional akan tertarik masuk ke ekosistem ETH dengan hambatan yang lebih rendah.
Siapa yang akan terdampak?
Kelompok pertama adalah institusi tradisional dan nasabah ultra-kaya yang masih menunggu. Kini mereka punya akses yang teregulasi, dan dana mereka sangat besar—alokasi kecil saja bisa menggerakkan pasar. Kelompok kedua adalah para pengembang proyek dalam ekosistem. Masuknya modal institusional akan mendorong cara baru dalam menilai aplikasi di lapisan aplikasi.
Namun, apakah ETH mampu memanfaatkan gelombang ini bergantung pada apakah kisah di lapisan aplikasinya bisa terus berkembang. Kalau institusi sudah masuk, tentu harus ada sesuatu untuk diinvestasikan. Mengandalkan spekulasi kripto saja tidak cukup.
Menurutmu, apakah masuknya bank-bank secara serentak kali ini benar-benar bisa membangkitkan permintaan institusional terhadap ETH?