Menentukan di mana stop loss dipasang lebih penting daripada sekadar memasangnya. Terlalu dekat, bisa tersapu setiap hari; terlalu jauh, sekali rugi bisa sangat besar.

【Metode Persentase Tetap】Misalnya, keluar setiap kali rugi sebesar 1%-2% dari modal. Sederhana dan tegas, cocok untuk pemula

untuk membangun disiplin. Kekurangannya, metode ini tidak mempertimbangkan struktur pasar dan bisa saja menempatkan stop loss tepat di area yang dipenuhi stop loss trader lain.

【Metode Stop Loss di Level Teknis】Pasang di titik tempat struktur pasar tidak lagi valid: untuk posisi long, pasang di bawah support kunci; untuk posisi short, pasang

di atas level resistance. Logikanya—jika level ini ditembus, berarti muncul bukti bahwa analisis saya keliru.

Sesuaikan ukuran posisi: jika jarak stop loss jauh, kecilkan ukuran posisi agar kerugian per transaksi tetap sebesar

1%-2%. Inilah urutan yang benar: tentukan ukuran posisi berdasarkan level stop-loss.

【Kombinasi yang paling sering saya gunakan】 Gunakan level teknikal untuk menentukan arah dan titik invalidasi, sementara ukuran posisi menjaga modal. Jika keduanya digabungkan, kamu

akan menyadari: transaksi dengan stop-loss lebar secara alami harus menggunakan ukuran posisi kecil; transaksi dengan stop-loss dekat barulah bisa memperbesar ukuran posisi.

Jangan sekali-kali membalik urutannya—menentukan ukuran posisi dulu baru mencari stop-loss adalah akar penyebab kebanyakan orang merugi.

Bagaimana menurutmu? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar.

#止损 #交易干货 #风控 #BTC #ETH