CPI AS melonjak ke 3,7% pada September, melampaui ekspektasi; pasar kripto dan saham AS yang ditokenisasi sama-sama tertekan

I. Inflasi melampaui ekspektasi, gejolak pasar semakin meningkat

Data terbaru yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) pada September naik 3,7% secara tahunan. Angka ini bukan hanya melampaui ekspektasi pasar sebesar 3,6%, tetapi juga meningkat tajam dibandingkan angka sebelumnya, yakni 3,4%. Data ini dirilis menjelang rapat kebijakan suku bunga Federal Reserve pada 27–28 Oktober, sehingga menimbulkan ketidakpastian besar di pasar. Setelah data tersebut diumumkan, Bitcoin dengan cepat turun dari sekitar 84.000 dolar AS ke kisaran 81.700 dolar AS. Altcoin secara umum ikut melemah, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS bertahan di level tinggi, di atas 5,3%, dan ekspektasi penurunan suku bunga mengalami penyesuaian besar-besaran.

Bagi aset berisiko, inflasi yang persisten berarti ambang bagi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat semakin tinggi. Optimisme pasar sebelumnya terhadap penurunan suku bunga pada kuartal keempat kini secara bertahap dikoreksi oleh data aktual. Tren peralihan dana dari aset berisiko tinggi ke produk pendapatan tetap semakin terlihat jelas.

II. Arus dana ETF menunjukkan sinyal yang beragam

Meski berada di bawah tekanan dalam jangka pendek, arus dana di pasar ETF menunjukkan sinyal beragam yang patut dicermati. Pada 13–14 Oktober, ETF spot Bitcoin mencatat arus masuk bersih harian sekitar 167–176 juta dolar AS. ETF Ethereum bahkan mengakhiri arus keluar bersih selama sepuluh hari berturut-turut sebelumnya dan mencatat arus masuk baru sebesar 24,8 juta dolar AS dalam sehari. FBTC milik Fidelity dan dana mini ETH Grayscale memimpin kenaikan.

Namun, jika dilihat dari perspektif mingguan, ETF Bitcoin masih mencatat arus keluar bersih kumulatif sebesar 618 juta dolar AS selama tujuh hari terakhir. Hal ini mencerminkan bahwa sikap hati-hati di tingkat makro masih mendominasi. Menjelang rilis data CPI dan keputusan suku bunga Federal Reserve, investor umumnya memilih untuk bersikap menunggu dan melihat. Arus masuk kembali dalam jangka pendek belum mengubah tren koreksi jangka menengah.

III. Transformasi strategis Binance semakin cepat, saham AS yang ditokenisasi menjadi sumber pertumbuhan baru

Di tengah tren besar konvergensi keuangan tradisional dan kripto, strategi Binance terus dipercepat. Di satu sisi, Binance mengumumkan akan menutup bisnis pool penambangannya pada 10 November 2026, mengakhiri operasional layanan penambangan yang dimulai sejak 2020, serta mengalihkan seluruh sumber daya ke perangkat AI dan produk keuangan tradisional. Di sisi lain, Binance terus memperluas lini produk saham AS bStock yang ditokenisasi, dengan menambahkan pasangan perdagangan BBB, MDBB, PENGB, UVXYB, dan lainnya, yang mendukung perdagangan 24 jam sepanjang waktu.

CEO Binance, Richard Teng, menyatakan bahwa saat ini lebih dari 70% transaksi saham yang ditokenisasi di BNB Chain terjadi di luar jam perdagangan tradisional AS. Hal ini sepenuhnya menunjukkan kuatnya permintaan pasar terhadap akses perdagangan saham AS sepanjang waktu. Berdasarkan peringkat kenaikan dan penurunan token saham AS, token BSP naik 37,9% dalam sehari ke harga 52,6 dolar AS, dengan volume perdagangan lebih dari 55,36 juta dolar AS; token WAL naik 36,6%, dengan volume perdagangan mencapai 294 juta dolar AS; sementara token TRUTH naik 28,4%. Data ini menunjukkan bahwa saham AS yang ditokenisasi tengah menjadi sektor penting di persimpangan pasar kripto dan keuangan tradisional.

IV. Institusi terus menambah posisi, tren perusahaan menyimpan cadangan Bitcoin tetap kuat

Di tengah meningkatnya ketidakpastian makro, minat institusi untuk mengalokasikan Bitcoin secara strategis belum surut. Perusahaan pemegang cadangan Bitcoin, Strive, menghimpun dana sebesar 500 juta dolar AS melalui IPO dengan menerbitkan 15% saham preferen permanen Seri A untuk menambah kepemilikan Bitcoin. Selain itu, perusahaan membeli 2.822 BTC senilai 235 juta dolar AS, sehingga total kepemilikannya meningkat menjadi 35.595 BTC. Ini merupakan pembelian mingguan terbesar sejak Januari 2026, sekaligus semakin menegaskan meningkatnya strategi perusahaan dalam menyimpan cadangan Bitcoin.

V. Prospek pasar dan peringatan risiko

Saat ini pasar berada dalam periode sensitif, dengan berbagai faktor yang saling berpengaruh. Inflasi yang melampaui ekspektasi, ditambah semakin dekatnya rapat kebijakan suku bunga Federal Reserve, kemungkinan besar akan membuat volatilitas tetap tinggi dalam jangka pendek. Meski saham AS yang ditokenisasi menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat, investor tetap perlu mencermati perubahan kebijakan regulasi dan risiko likuiditas. Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dalam kondisi saat ini, mengelola ukuran posisi secara wajar, serta memantau dengan saksama keputusan suku bunga Federal Reserve pada akhir Oktober dan sinyal yang diberikannya mengenai arah kebijakan moneter ke depan.

#CPIWatch #代币化美股 #BTC Analisis Pasar