$Menembus kepompong, menjadi kupu-kupu—hidup adalah sepuluh ribu musim semi yang cerah

Di ujung gang gelap, sakura liar bermekaran; jauh di dalam retakan, guntur musim semi bersembunyi. Pasir dan lumpur yang kau genggam saat terjatuh akan menjelma bintang; pecahan tembikar pada akhirnya akan tersusun menjadi fajar. Takdir menempa tulang punggungmu dengan dinginnya musim dingin, tetapi menghadiahkan keluasan untuk menembus kepompong dan menjadi kupu-kupu.
Burung-burung migran melintasi dua belas badai salju, dan pada akhirnya membawa pulang rona hijau. Mereka yang menelan kepahitan akan mengangkat cahaya bulan dari luka-lukanya. Setiap jejak kaki menyimpan daya untuk menembus tanah, setiap bekas luka mengukir pola kelahiran kembali.
Meski malam panjang merayap hingga ke alismu, ingatlah: setelah sepuluh ribu kali jatuh, akan selalu ada fajar yang kesepuluh ribu satu. Bakarlah salju dan embun beku menjadi api unggun, rangkailah debu menjadi puisi; gunung-gunung musim semi akan terjaga di jejak langkahmu yang terus menempuh perjalanan.