$Kepiting berbulu Tiongkok #Aku juga benar-benar termasuk orang pertama yang berani mencoba hal baru 🦀
Kepiting berbulu Tiongkok (Eriocheir sinensis) memiliki makna simbolis dalam budaya Tiongkok, terutama keberuntungan, rezeki, kelancaran karier, keharmonisan, dan kebahagiaan.
• Mendatangkan rezeki dari segala penjuru, membawa kemakmuran
Kepiting berbulu Tiongkok memiliki delapan kaki, yang dikaitkan dengan angka “delapan” (yang pelafalannya mirip kata “makmur” dalam bahasa Tionghoa) dan dianggap membawa keberuntungan. Dua capitnya yang besar dan kuat tidak mudah melepaskan sesuatu setelah menjepitnya, sehingga melambangkan kemampuan menjaga kekayaan dan meraih rezeki tak terduga. Orang zaman dahulu juga menyebut kepiting sebagai “serangga berkaki delapan”, yang melambangkan datangnya rezeki atau talenta dari segala penjuru.
• Menguasai segala medan, melaju tanpa hambatan
Kepiting berjalan menyamping. Orang zaman dahulu menjulukinya “kesatria yang berjalan menyamping” atau “jenderal yang bergerak menyamping”. Julukan ini melambangkan kesuksesan dan kelancaran dalam bisnis maupun karier, serta digunakan untuk mendoakan perjalanan yang lancar dan aman bagi orang yang bepergian jauh.
• Lulus dengan prestasi gemilang, meraih peringkat tinggi dalam ujian kekaisaran
Orang zaman dahulu kerap menggunakan kata “jia” untuk menyebut cangkang kepiting. Motif keberuntungan rakyat sering menggambarkan dua capit kepiting menjepit batang alang-alang. Dalam bahasa Tionghoa, bunyinya mirip ungkapan “meraih peringkat pertama pada tingkat kedua ujian kekaisaran”, sehingga melambangkan keberhasilan dalam ujian, bakat yang menonjol, dan kesuksesan. Karena itu, kepiting juga dikaitkan dengan gelar “jieyuan”, yakni peringkat pertama dalam ujian tingkat prefektur.
• Keberuntungan besar menaungi, rezeki nomplok melimpah
Setelah dimasak, cangkang kepiting berubah menjadi merah, yang melambangkan “keberuntungan merah menaungi” dan datangnya keberuntungan berturut-turut. Dua capit besarnya juga dikaitkan dengan uang, sehingga melambangkan rezeki nomplok yang melimpah.
• Keharmonisan dan rasa syukur
Kata “he” dalam “teratai dan kepiting” terdengar seperti kata “harmoni” dalam bahasa Tionghoa. Keduanya kerap dipadukan sebagai simbol masa yang harmonis dan sejahtera serta keluarga yang bahagia.
Kata “kepiting” juga terdengar seperti kata “terima kasih” dalam bahasa Tionghoa, sehingga memiliki makna apresiasi dan rasa syukur. Kepiting cocok dijadikan hadiah untuk menyampaikan rasa terima kasih.