Kripto dan pasar keuangan global kini sangat terhubung satu sama lain, dan beberapa pemicu yang terjadi bersamaan dapat mendorong pasar ke mode beruntun (penurunan tajam). Berikut dampak realistis dan perkiraan probabilitas dari 3–4 faktor utama yang disebutkan di bawah ini:

1. Regulasi Ledger / Hardware Wallet & FUD
Dampak: Ketika muncul tekanan regulasi, persyaratan KYC, atau pembatasan self-custody terhadap hardware wallet (Ledger, Trezor, dll.), ketakutan dan kepanikan menyebar di pasar.
Hasil: Whale maupun trader ritel bisa tiba-tiba merealisasikan keuntungan atau beralih ke stablecoin/fiat, sehingga likuiditas langsung terkuras.

2. CPI (Data Inflasi) & Indikator Ekonomi Makro
Dampak: Setiap kali data CPI lebih tinggi dari perkiraan (inflasi tinggi), Federal Reserve terpaksa mempertahankan suku bunga tetap tinggi.
Hasil: Hal ini menyebabkan pasar saham (S&P 500, Nasdaq) turun. Karena Bitcoin kini telah menjadi aset institusional (melalui ETF dan hedge fund), pelemahan pasar saham secara langsung menyeret pasar kripto turun.

3. Kejatuhan Pasar Saham & Tekanan Imbal Hasil Obligasi
Dampak: Jika imbal hasil obligasi melonjak atau aksi jual panik mulai terjadi di pasar saham, institusi besar akan lebih dulu menjual aset berisiko (kripto) untuk memenuhi kebutuhan likuiditas posisi saham mereka (likuidasi beruntun).
Hasil: Ini meningkatkan risiko jebolnya zona support utama seperti $BTC $76.000–$78.000.