AMERIKA INGIN MENJATUHKAN SANKSI TERHADAP RUSIA. KINI AMERIKA MEMBUTUHKAN SOLAR DARI RUSIA.

Ironinya sulit diabaikan.

🇺🇸 Pada 9 Oktober, Trump mengumumkan kesepakatan dengan Putin agar Rusia segera memasok lebih dari 300.000 ton solar, dengan pengiriman tambahan yang direncanakan. Washington juga untuk sementara melonggarkan sanksi guna memungkinkan penjualan solar Rusia. Tujuan yang dinyatakan: menurunkan harga bahan bakar.

⚔️ Masalahnya? AS telah berperang melawan Iran selama lebih dari tujuh bulan, sementara gangguan di sekitar Selat Hormuz mengancam arus energi global.

Kini Washington menghadapi dilema:

🛢️ Konflik di Timur Tengah mendorong biaya energi naik.

🤝 Solar Rusia menawarkan sumber pasokan lain — tetapi para pengkritik mengatakan pelonggaran sanksi dapat membantu mendanai perang Moskow di Ukraina.

📉 Dan keringanan yang dijanjikan mungkin terbatas. Sebanyak 300.000 ton pada pengiriman awal setara dengan sekitar 2,25 juta barel, sementara ekspor solar AS saja mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari. Para analis mempertanyakan apakah kesepakatan ini dapat memberikan keringanan harga yang bertahan lama.

Pertanyaan yang lebih besar bagi pasar: dapatkah bahan bakar yang lebih murah mengimbangi guncangan inflasi akibat perang yang berkepanjangan?

Jika inflasi CPI tetap tinggi, The Fed mungkin memiliki lebih sedikit ruang untuk melonggarkan kebijakan. Hal itu dapat membuat imbal hasil Treasury tetap tertekan, sekalipun harga energi turun untuk sementara.

Ironinya, kebijakan yang dirancang untuk menekan Rusia kini berbenturan dengan kebutuhan Amerika untuk mengendalikan biaya energinya sendiri.

#CPIWatch
$BZ $TMF $RWUSD