🚨 PERINGATAN: MODUS PENIPUAN TOKEN PALSU! PENGGUNA KRIPTO HARAP WASPADA!
Belakangan ini muncul modus penipuan yang cukup canggih. Pelaku menggunakan token palsu yang dipadukan dengan transaksi USDT asli untuk membangun kepercayaan, sehingga pengguna mengira token yang mereka miliki bernilai dan dapat ditukar menjadi USDT di bursa.
Bagaimana modus ini dilakukan?
1. Mendekati dan membujuk dengan iming-iming keuntungan menarik
Pelaku mendekati pengguna melalui Telegram, Zalo, atau acara kripto, memperkenalkan proyek token baru, lalu meminta pengguna membantu menyediakan likuiditas dengan imbalan keuntungan.
Contoh: Mengirim 1 USDT asli untuk menerima 2 token dengan nama yang mirip USDT.
2. Membangun kepercayaan dengan transaksi asli
Pelaku memandu korban untuk menyetor token palsu ke bursa.
Pada saat yang sama, mereka diam-diam mengirim sejumlah USDT asli yang setara ke alamat setoran korban, sehingga akun korban menampilkan bahwa USDT telah diterima.
Hal ini membuat korban mengira token palsu tersebut telah diterima oleh bursa dan berhasil ditukar.
3. Meningkatkan jumlah transaksi secara bertahap
Setelah beberapa kali mencoba dengan jumlah kecil, seperti 5–10 USDT, pelaku terus membujuk korban untuk meningkatkan jumlahnya menjadi 100, 200, bahkan ribuan USDT.
Setelah korban percaya dan mengirimkan jumlah besar, pelaku akan menguasai aset tersebut lalu memutus komunikasi.
⚠️ HAL PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN
- Token yang tampil di dompet Web3 tidak berarti token tersebut telah diverifikasi, terdaftar di bursa, atau dijamin nilainya.
- Jangan menilai token hanya berdasarkan nama, ikon, atau saldo yang ditampilkan.
Belakangan ini muncul modus penipuan yang cukup canggih. Pelaku menggunakan token palsu yang dipadukan dengan transaksi USDT asli untuk membangun kepercayaan, sehingga pengguna mengira token yang mereka miliki bernilai dan dapat ditukar menjadi USDT di bursa.
Bagaimana modus ini dilakukan?
1. Mendekati dan membujuk dengan iming-iming keuntungan menarik
Pelaku mendekati pengguna melalui Telegram, Zalo, atau acara kripto, memperkenalkan proyek token baru, lalu meminta pengguna membantu menyediakan likuiditas dengan imbalan keuntungan.
Contoh: Mengirim 1 USDT asli untuk menerima 2 token dengan nama yang mirip USDT.
2. Membangun kepercayaan dengan transaksi asli
Pelaku memandu korban untuk menyetor token palsu ke bursa.
Pada saat yang sama, mereka diam-diam mengirim sejumlah USDT asli yang setara ke alamat setoran korban, sehingga akun korban menampilkan bahwa USDT telah diterima.
Hal ini membuat korban mengira token palsu tersebut telah diterima oleh bursa dan berhasil ditukar.
3. Meningkatkan jumlah transaksi secara bertahap
Setelah beberapa kali mencoba dengan jumlah kecil, seperti 5–10 USDT, pelaku terus membujuk korban untuk meningkatkan jumlahnya menjadi 100, 200, bahkan ribuan USDT.
Setelah korban percaya dan mengirimkan jumlah besar, pelaku akan menguasai aset tersebut lalu memutus komunikasi.
⚠️ HAL PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN
- Token yang tampil di dompet Web3 tidak berarti token tersebut telah diverifikasi, terdaftar di bursa, atau dijamin nilainya.
- Jangan menilai token hanya berdasarkan nama, ikon, atau saldo yang ditampilkan.