Saat memasang order di bursa, langkah pertama adalah memilih jenis order. Yang paling umum adalah order pasar dan order limit. Perbedaannya bukan pada apakah Anda membeli atau menjual, melainkan apakah Anda lebih mementingkan “langsung tereksekusi” atau “harga yang terkendali”.

Aset terkait: $BTC harga 83,232 (24 jam +2.17%).

▍Kenali Buku Pesanan

Pencocokan spot di bursa mengandalkan buku pesanan: order beli diurutkan dari harga tertinggi ke terendah, sedangkan order jual dari harga terendah ke tertinggi. Selisih antara harga beli tertinggi dan harga jual terendah disebut spread bid-ask.

Setiap order yang Anda pasang akan langsung dieksekusi dengan order yang sudah ada di buku pesanan, atau tercatat sebagai order baru di buku pesanan untuk menunggu dieksekusi oleh orang lain.

▍Order pasar: eksekusi dulu, soal harga belakangan

Order pasar tidak menetapkan harga dan akan langsung dieksekusi berdasarkan penawaran terbaik yang tersedia di buku order. Keunggulannya adalah cepat, cocok saat Anda perlu segera membeli atau menjual.

Kekurangannya, harga eksekusi tidak bisa dikendalikan. Jika nilai order cukup besar atau pasangan trading sedang sepi, order pasar bisa menyerap beberapa tingkat order yang tersedia. Akibatnya, harga eksekusi rata-rata bisa berbeda dari harga yang terlihat saat order dibuat. Inilah yang disebut slippage.

▍Order limit: harga terkendali, tetapi belum tentu tereksekusi

Order limit mengharuskan Anda memasukkan harga sendiri: order beli hanya akan dieksekusi pada harga yang ditetapkan atau lebih rendah, sedangkan order jual hanya akan dieksekusi pada harga yang ditetapkan atau lebih tinggi. Jika harga yang ditetapkan belum tercapai, order akan tetap berada di buku order untuk menunggu dan bisa saja hanya terisi sebagian.

Banyak bursa juga menyediakan beberapa ketentuan masa berlaku: GTC tetap berlaku hingga tereksekusi atau dibatalkan; IOC langsung mengeksekusi bagian yang bisa terisi dan membatalkan sisanya; FOK hanya akan dieksekusi seluruhnya sekaligus, jika tidak, seluruh order dibatalkan.

▍Order stop-limit dan beberapa kebiasaan baik

Order stop-limit mengharuskan Anda memasukkan dua harga: harga pemicu dan harga order. Setelah harga terakhir mencapai harga pemicu, sistem akan memasang order limit sesuai harga order. Jika pergerakan pasar terlalu cepat, order limit ini juga mungkin tidak sempat tereksekusi.

Saat pasar bergejolak tajam, waspadai slippage saat menggunakan order pasar. Untuk nilai order yang besar, Anda bisa memasang order limit secara bertahap. Sebelum membuat order, periksa kembali harga, jumlah, dan arah beli atau jual—salah menambahkan satu angka nol bukanlah hal yang jarang terjadi.

▍Sebagai penutup

Jenis order tidak menentukan untung atau rugi. Jenis order menentukan seberapa besar selisih harga yang bersedia Anda terima demi kecepatan eksekusi. Pikirkan dulu mana yang lebih penting, lalu pilih jenis order. Pasar selalu memiliki ketidakpastian, jadi tentukan sebelumnya apa yang akan Anda lakukan jika perkiraan Anda salah.

Lain kali, ingin membahas topik apa? Dompet atau yang lainnya?