🚨 Bitcoin dapat dilacak di blockchain. Namun, hal itu tidak serta-merta menentukan siapa pemiliknya secara hukum.
#ukhighcourtruleschineselawgovernsbitcoinclaims

Putusan Pengadilan Tinggi Inggris memperkuat posisi pemerintah dalam sengketa yang melibatkan sekitar 61.000 BTC yang disita terkait kasus penipuan besar di Tiongkok.

Bitcoin tersebut diperkirakan bernilai sekitar £3,8 miliar.

Detail pentingnya? Pengadilan menetapkan bahwa hukum Tiongkok harus mengatur klaim para korban terkait karena penipuan itu terjadi di Tiongkok.

Mengapa ini penting?

Melacak mata uang kripto dan menetapkan kepemilikan sah adalah dua hal yang berbeda.

Catatan blockchain dapat membantu penyelidik melacak aset. Namun, para korban yang ingin mendapatkan aset mereka kembali mungkin tetap menghadapi pertanyaan sulit mengenai yurisdiksi, hak atas properti, dan hukum negara mana yang berlaku.

Putusan tersebut belum secara final menentukan kepemilikan Bitcoin itu. Proses hukum lanjutan diperkirakan akan berlangsung, dan tim hukum para korban berencana mengajukan banding.

Dampak yang lebih luas melampaui kasus ini: bursa, kustodian, kreditor, dan korban penipuan sama-sama dapat menghadapi sengketa hukum, bahkan ketika aset digital dapat dilacak.

Bitcoin dapat berpindah lintas batas tanpa perantara tradisional. Namun, sengketa kepemilikannya masih dapat bergantung pada sistem hukum nasional.

Jika koin-koin itu dapat dilacak, tetapi klaim hukumnya masih dipersengketakan, apa yang pada akhirnya menentukan siapa yang mendapatkannya?

Lakukan riset sendiri. Ini bukan nasihat keuangan.
$BNB $BTC $DUSK

#UKHighCourtRulesChineseLawGovernsBitcoinClaims #bitcoin #BTCDominanceBackAt60% #BitcoinSurpasses$84K