#sk海力士股价下跌7.1% Pasar saham Korea Selatan anjlok lebih dari 6%. Samsung Electronics dan SK Hynix turun selama lima hari perdagangan berturut-turut.

Selain aksi jual saham semikonduktor, ada perubahan lain yang patut dicermati dalam penurunan kali ini: dana pembelian kembali saham yang sebelumnya menopang harga saham perlahan mulai ditarik.

Program pembelian kembali saham Samsung Electronics berakhir pada awal Oktober, sementara program SK Hynix juga hampir selesai. Sebelumnya, kedua perusahaan tersebut secara gabungan meluncurkan program pembelian kembali saham senilai sekitar 55 triliun won. Kini, ketika tekanan beli dari program itu melemah, pasar harus menghadapi satu pertanyaan: siapa yang akan mengambil alih?

Pergerakan investor asing juga tidak menggembirakan.

Hingga 12 Oktober, investor asing telah mencatatkan penjualan bersih saham Korea sekitar 199 triliun won sepanjang tahun ini. Samsung Electronics dan SK Hynix menyumbang sekitar 87% dari jumlah tersebut. Ketika dana keluar secara terkonsentrasi dari perusahaan-perusahaan semikonduktor terkemuka, indeks tentu sulit untuk tetap bertahan.

Kas yang dimiliki investor ritel juga semakin menipis. Saldo kas di rekening investor individu Korea turun dari sekitar 140 triliun won pada awal Juni menjadi sekitar 100 triliun won pada awal Oktober. Jumlah pembeli berkurang, sementara dana yang tersedia juga menyusut. Karena itu, pasar tentu semakin sulit untuk bertahan stabil.

Tekanan lainnya datang dari AI.

Sebelumnya, permintaan chip AI menjadi salah satu faktor penting yang menopang kinerja saham semikonduktor Korea. Namun, seiring melemahnya saham-saham chip di pasar AS, pasar mulai meninjau kembali imbal hasil investasi AI dan persaingan di industri tersebut. Bagi saham-saham berkapitalisasi besar seperti Samsung dan SK Hynix, arus keluar dana yang bertepatan dengan meredupnya ekspektasi membuat harga saham lebih rentan tertekan.

Yang perlu dicermati saat ini adalah kapan investor asing berhenti menjual, apakah kinerja perusahaan semikonduktor mampu memenuhi ekspektasi, serta apakah permintaan chip AI dapat terus tumbuh.

Ketika pembelian kembali saham tak lagi memberikan dukungan yang sama dan investor asing terus menjual, pasar membutuhkan alasan dan aliran dana baru agar kinerja saham dapat kembali ditopang.

Artikel ini hanya membagikan informasi pasar dan bukan merupakan saran investasi.