Orang Argentina menunjukkan lewat arus kripto senilai 88,5 miliar dolar AS: pintu bank boleh tertutup, kehidupan kripto tetap berjalan.
Juan Curutchet, pejabat yang bertanggung jawab atas pengawasan keuangan di Bank Sentral Argentina, menegaskan dalam konferensi Pulso 2026 pekan lalu: “Tidak akan ada perubahan tahun ini.” Selama dua tahun ke depan, bank dan lembaga pembayaran tidak akan terhubung ke aset kripto; larangan tahun 2022 tetap berlaku. Pencabutan larangan baru akan dipertimbangkan jika ekonomi sudah cukup “tidak rentan”—paling cepat setelah pemilu 2027, bergantung pada apakah Milei terpilih kembali.
Larangan ini juga punya sejarahnya sendiri. Pada 2022, tak lama setelah Banco Galicia, Brubank, dan Ualá meluncurkan layanan jual-beli kripto, bank sentral menerbitkan Peraturan Nomor 7506 untuk menghentikannya. Pada 2023, Peraturan Nomor 7759 memperluas pembatasan tersebut ke lembaga pembayaran seperti Mercado Pago. Tahun lalu sempat beredar kabar bahwa keran mungkin dibuka pada 2026, tetapi kini harapan itu resmi pupus.
Ironisnya, permintaan pasar sama sekali tak surut. Data Chainalysis menunjukkan bahwa dalam 12 bulan hingga Juni tahun ini, aset kripto senilai lebih dari 88,5 miliar dolar AS mengalir ke Argentina—terbesar kedua di Amerika Latin. Bank sentral memang menutup “jalur perbankan”, tetapi pengguna sudah lama terbiasa bertransaksi sendiri melalui bursa dan stablecoin. Grup perbankan pun tak tinggal diam: mereka sedang menyiapkan stablecoin institusional lewat entitas independen.
Jadi, sinyal sebenarnya dari kabar ini adalah: dalam jangka pendek, permintaan kripto di Argentina hampir tidak akan terpengaruh. Mereka yang telah bertahun-tahun ditempa inflasi tinggi sudah menjadikan stablecoin berbasis dolar sebagai tabungan sehari-hari. Yang benar-benar patut dipantau adalah jadwal kereta berikutnya—pemilu 2027.
#BankSentralArgentinaTakAkanMendorongKriptoKePerbankanSelamaDuaTahun
#阿根廷 #Stablecoin
$BTC $USDT
Informasi di atas bukan merupakan saran investasi. Lakukan riset Anda sendiri (DYOR); perdagangan memiliki risiko.
Juan Curutchet, pejabat yang bertanggung jawab atas pengawasan keuangan di Bank Sentral Argentina, menegaskan dalam konferensi Pulso 2026 pekan lalu: “Tidak akan ada perubahan tahun ini.” Selama dua tahun ke depan, bank dan lembaga pembayaran tidak akan terhubung ke aset kripto; larangan tahun 2022 tetap berlaku. Pencabutan larangan baru akan dipertimbangkan jika ekonomi sudah cukup “tidak rentan”—paling cepat setelah pemilu 2027, bergantung pada apakah Milei terpilih kembali.
Larangan ini juga punya sejarahnya sendiri. Pada 2022, tak lama setelah Banco Galicia, Brubank, dan Ualá meluncurkan layanan jual-beli kripto, bank sentral menerbitkan Peraturan Nomor 7506 untuk menghentikannya. Pada 2023, Peraturan Nomor 7759 memperluas pembatasan tersebut ke lembaga pembayaran seperti Mercado Pago. Tahun lalu sempat beredar kabar bahwa keran mungkin dibuka pada 2026, tetapi kini harapan itu resmi pupus.
Ironisnya, permintaan pasar sama sekali tak surut. Data Chainalysis menunjukkan bahwa dalam 12 bulan hingga Juni tahun ini, aset kripto senilai lebih dari 88,5 miliar dolar AS mengalir ke Argentina—terbesar kedua di Amerika Latin. Bank sentral memang menutup “jalur perbankan”, tetapi pengguna sudah lama terbiasa bertransaksi sendiri melalui bursa dan stablecoin. Grup perbankan pun tak tinggal diam: mereka sedang menyiapkan stablecoin institusional lewat entitas independen.
Jadi, sinyal sebenarnya dari kabar ini adalah: dalam jangka pendek, permintaan kripto di Argentina hampir tidak akan terpengaruh. Mereka yang telah bertahun-tahun ditempa inflasi tinggi sudah menjadikan stablecoin berbasis dolar sebagai tabungan sehari-hari. Yang benar-benar patut dipantau adalah jadwal kereta berikutnya—pemilu 2027.
#BankSentralArgentinaTakAkanMendorongKriptoKePerbankanSelamaDuaTahun
#阿根廷 #Stablecoin
$BTC $USDT
Informasi di atas bukan merupakan saran investasi. Lakukan riset Anda sendiri (DYOR); perdagangan memiliki risiko.