Notulen rapat kebijakan moneter terbaru yang dirilis Reserve Bank of Australia (RBA) dengan jelas menunjukkan bahwa seluruh anggota komite sepakat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Pihak berwenang juga menegaskan bahwa permintaan konsumsi domestik perlu tetap terkendali selama beberapa waktu agar inflasi dapat kembali ke kisaran target secara stabil. Pada periode yang sama, Indeks Kondisi Bisnis NAB Australia bulan September tercatat tidak berubah di -1, sementara Indeks Kepercayaan Bisnis turun lebih jauh dari angka sebelumnya -8 menjadi -13.

Dari sisi fundamental makro, keputusan bulat untuk menaikkan suku bunga menegaskan sikap tegas bank sentral Australia dalam memerangi inflasi. Meski data kepercayaan bisnis melemah, hal ini merupakan karakteristik teknis yang lazim dalam siklus pengetatan untuk meredam permintaan yang terlalu panas, dan pada dasarnya sejalan dengan jalur transmisi kebijakan bank-bank sentral utama dunia.

Pasar valuta asing dan pendapatan tetap dengan cepat menyerap sinyal hawkish tersebut. Dolar Australia menunjukkan dukungan teknis dalam jangka pendek, sementara kurva imbal hasil obligasi pemerintah tetap berfluktuasi dengan kecenderungan menguat di sisi jangka pendek. Menyusutnya ekspektasi di kalangan bisnis semakin mengurangi kemungkinan inflasi kembali melonjak di masa mendatang, dan pasar secara bertahap mulai memperhitungkan kemungkinan berakhirnya siklus pengetatan kali ini.

Bagi aset kripto dan pasar berisiko lainnya, bank sentral yang segera menghilangkan ketidakpastian kebijakan melalui keputusan bulat justru merupakan sinyal yang cenderung positif. Dari sisi teknikal, fase deleveraging yang mendekati akhir sering kali menandakan bahwa dasar likuiditas mulai terbentuk, sehingga menyediakan landasan makro bagi aset-aset utama seperti $BTC untuk bertahan di level support penting dan memantul. ๐Ÿ“ˆ

#RBA #InterestRates #MacroEconomics