Baru-baru ini saya menonton video YouTube dari seorang calon trader muda (sekitar 20 tahun) yang sudah trading selama 5 tahun tanpa hasil. Dia putus sekolah menengah demi menekuni trading dan sekarang menyadari bahwa keputusan ini mungkin telah menghancurkan hidupnya.

Usia saya 40-an dan saya sudah trading selama sekitar 5 tahun. Saya benar-benar suka trading, tapi harus saya akui, ini hal tersulit yang pernah saya lakukan dalam hidup (dan saya sudah melakukan banyak hal!). Meski begitu, saya TIDAK AKAN PERNAH menyarankan trading kepada siapa pun yang berusia di bawah 25 tahun.

Mari kita bahas hal-hal negatif tentang trading:

- Trading benar-benar mendistorsi pandangan seseorang tentang uang. Maksud saya, buat apa bekerja dengan upah $20 per jam kalau ada YouTuber yang katanya menghasilkan ribuan dolar sehari (peringatan: kenyataannya tidak begitu).

- Ini adalah profesi yang sepi. Pengalaman yang didapat anak muda dari pekerjaan biasa sangat berharga: koneksi sosial, disiplin, struktur, harga diri, dan sebagainya. Tidak semuanya soal uang.

- Otak manusia baru mencapai kematangan struktural sepenuhnya pada awal usia 30-an. Menurut saya, anak muda lebih baik menghabiskan masa perkembangan mereka untuk melakukan sesuatu yang lebih bermakna.

Jadi, kalau kamu masih muda dan ingin menekuni day trading, harap berhati-hati. Ini JAUH lebih sulit daripada kelihatannya dan seharusnya JANGAN PERNAH menjadi fokus utama hidupmu. Jangan tertipu oleh para YouTuber yang mengaku menghasilkan jutaan dari day trading (mereka semua penipu yang tak pernah menghasilkan sepeser pun dari trading).

Trading itu sendiri BUKAN penipuan. Namun, untuk menguasainya dibutuhkan upaya dan pengalaman selama bertahun-tahun, dan terkadang pengorbanan pribadi. Anak muda perlu menyadari hal itu.