Dubai bukan sekadar ikut bermain dalam pasar emas—mereka telah menyusun strateginya selama 24 tahun.
Pada 2002, Syekh Mohammed meluncurkan DMCC dengan satu tujuan: menguasai 50% bisnis emas global. Saat itu, pangsa mereka baru 10%. Ambisius? Mungkin. Tapi lihat pencapaian mereka sekarang.
Saat ini, DMCC menaungi lebih dari 26.000 perusahaan, termasuk lebih dari 1.500 perusahaan di sektor logam mulia. DMCC menyumbang 15% dari FDI Dubai dan 7% dari PDB-nya. Kini, UEA menjadi pusat perdagangan emas fisik terbesar kedua di dunia setelah Swiss.
Oktober 2026: Syekh Maktoum memimpin sesi strategi yang merumuskan 6 pilar—perdagangan, pembiayaan, penyimpanan, daya saing, penemuan harga, dan permintaan ritel. Semangatnya sama seperti pada 2002. Mereka bukan bereaksi terhadap pasar, melainkan bergerak lebih dulu.
Infrastrukturnya? DMCC Tradeflow (gudang berikat terbesar di kawasan yang tidak berdaulat), DGCX, dan DCCC (lembaga kliring multi-aset terbesar di MENA). Semuanya tersedia untuk perdagangan, kustodi, lindung nilai, dan penyelesaian transaksi.
Angka 2025: nilai perdagangan emas luar negeri Dubai mencapai sekitar AED 1 triliun, naik 60% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini bukan sekadar sensasi—ini likuiditas dalam skala besar.
Dubai Precious Metals Conference digelar pada 16–17 November 2026. Jika Anda serius mendalami makro emas atau arus likuiditas regional, Anda tahu harus datang ke mana.
Pada 2002, Syekh Mohammed meluncurkan DMCC dengan satu tujuan: menguasai 50% bisnis emas global. Saat itu, pangsa mereka baru 10%. Ambisius? Mungkin. Tapi lihat pencapaian mereka sekarang.
Saat ini, DMCC menaungi lebih dari 26.000 perusahaan, termasuk lebih dari 1.500 perusahaan di sektor logam mulia. DMCC menyumbang 15% dari FDI Dubai dan 7% dari PDB-nya. Kini, UEA menjadi pusat perdagangan emas fisik terbesar kedua di dunia setelah Swiss.
Oktober 2026: Syekh Maktoum memimpin sesi strategi yang merumuskan 6 pilar—perdagangan, pembiayaan, penyimpanan, daya saing, penemuan harga, dan permintaan ritel. Semangatnya sama seperti pada 2002. Mereka bukan bereaksi terhadap pasar, melainkan bergerak lebih dulu.
Infrastrukturnya? DMCC Tradeflow (gudang berikat terbesar di kawasan yang tidak berdaulat), DGCX, dan DCCC (lembaga kliring multi-aset terbesar di MENA). Semuanya tersedia untuk perdagangan, kustodi, lindung nilai, dan penyelesaian transaksi.
Angka 2025: nilai perdagangan emas luar negeri Dubai mencapai sekitar AED 1 triliun, naik 60% dibandingkan tahun sebelumnya. Ini bukan sekadar sensasi—ini likuiditas dalam skala besar.
Dubai Precious Metals Conference digelar pada 16–17 November 2026. Jika Anda serius mendalami makro emas atau arus likuiditas regional, Anda tahu harus datang ke mana.