Bitcoin turun setelah menembus $84 ribu

Bitcoin mengalami volatilitas tajam pada Senin. Harganya sempat menembus level $84.000 sebelum kembali turun akibat tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar. Penurunan ini mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang rilis data inflasi AS yang dinantikan.

Arus keluar rekor dari ETF Bitcoin spot

Dalam perkembangan yang mencolok, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar sekitar 681 juta dolar selama pekan lalu, yang terbesar sejak Juni. Dana Ethereum juga terus mencatat arus keluar, menandakan perubahan selera investor institusional saat ini.

XRP memimpin tren positif

Berlawanan dengan tren umum, dana XRP berhasil menarik 11,31 juta dolar selama pekan lalu, mencatat arus masuk selama 13 pekan berturut-turut. Kinerja kuat ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap XRP meskipun kondisi pasar sedang sulit.

Evernorth mulai diperdagangkan di Nasdaq

Dalam kabar penting bagi dunia mata uang kripto, Evernorth, perusahaan yang didukung Ripple dan memiliki sekitar 473 juta XRP, mulai diperdagangkan hari ini di bursa Nasdaq dengan kode XRPN. Langkah ini menandai kemajuan besar dalam mengintegrasikan mata uang kripto dengan pasar keuangan tradisional.

Perhatian tertuju pada data inflasi

Investor kini menantikan data inflasi Amerika Serikat (CPI) yang dijadwalkan dirilis pada Rabu, 14 Oktober, yang dapat menentukan arah pasar dalam periode mendatang. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve yang dijadwalkan pada 28 Oktober turun menjadi sekitar 19%, dibandingkan 42,5% sebulan lalu. Hal ini mencerminkan perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter.


💡 Kesimpulan:

Pasar sedang berada dalam fase sensitif, di tengah penurunan Bitcoin, arus keluar dana dari ETF, dan kinerja positif XRP. Sembari menantikan data inflasi, kehati-hatian tetap menjadi sikap utama sampai situasinya lebih jelas.

#Bitcoin❗ #BTC #XRP #Crypto #BitcoinOptionsVolatilityHitsFiveYearLow