Ada dua tipe pria yang bangun pukul 4.30 pagi.
Internet dipenuhi "kiat praktis" yang menjanjikan akan membuat Anda lebih pintar, lebih kaya, atau lebih bugar. Namun, saya tidak begitu yakin dengan solusi cepat seperti ini. Sebaliknya, kehidupan yang baik dibangun dengan melakukan hal-hal sederhana dengan sangat baik dalam jangka waktu yang panjang.
Simak paradoks pria pukul 4.30 pagi dari pengguna X @BowTiedYukon. Ia menulis:
"Ada dua jenis pria yang terjaga pukul 4.30 pagi. Yang satu, penuh kafeina dalam perjalanan ke pusat kebugaran atau tempat kerja, siap menguasai hari itu. Yang satunya lagi, mabuk alkohol atau narkoba, sempoyongan pulang sambil berusaha melarikan diri dari hari itu."
Jadilah pria yang pertama. Hindari menjadi pria yang kedua.
Perbedaan antara kedua pria ini adalah bahwa yang pertama bersikap menyerang, sementara yang kedua bersikap bertahan. Pria yang menyerang menghadapi hari itu secara langsung. Bangun pagi dan siap melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencari nafkah, menafkahi keluarga, dan mengejar tujuan mereka. Pesannya jelas—serang, serang, serang. Tidak ada waktu untuk merengek atau mengeluh. Menempati posisi kedua tidak bisa diterima. Anda hanya akan menemukan para pemenang di pusat kebugaran atau tempat kerja sepagi itu.
Pria yang bertahan kemungkinan besar sedang melarikan diri dari masalahnya. Ia menjalani kehidupan yang ingin ia hindari. Ia pikir akan lebih baik jika bisa menenggelamkan rasa sakitnya dengan alkohol atau membuat dirinya mati rasa dengan narkoba. Namun, hampir tidak pernah demikian. Sulit memenangkan pertarungan jika Anda terus-menerus bertahan dan hanya bereaksi. Melarikan diri dari kenyataan mungkin terasa menyenangkan dalam jangka pendek, tetapi biasanya justru memperburuk masalah dalam jangka panjang.
Dan Anda tidak bisa menghadapi hari dengan penuh semangat sejak pagi buta jika malam sebelumnya Anda berpesta hingga larut.
Gagasan ini tak lekang oleh waktu. Benjamin Franklin, yang meninggal pada 1790, pernah berkata, “Tidur lebih awal dan bangun lebih awal membuat seseorang sehat, kaya, dan bijaksana.”
Sebuah gagasan hanya bisa menjadi abadi jika terbukti berhasil. Dan menjadi orang yang bangun pagi untuk menghadapi hari tak pernah ketinggalan zaman.
Ini adalah kutipan dari buku baru saya, How To Live An Extraordinary Life Volume 2. Anda bisa membeli bukunya di sini: https://www.amazon.com/How-Live-Extraordinary-Life-Two/dp/1804094153/
Internet dipenuhi "kiat praktis" yang menjanjikan akan membuat Anda lebih pintar, lebih kaya, atau lebih bugar. Namun, saya tidak begitu yakin dengan solusi cepat seperti ini. Sebaliknya, kehidupan yang baik dibangun dengan melakukan hal-hal sederhana dengan sangat baik dalam jangka waktu yang panjang.
Simak paradoks pria pukul 4.30 pagi dari pengguna X @BowTiedYukon. Ia menulis:
"Ada dua jenis pria yang terjaga pukul 4.30 pagi. Yang satu, penuh kafeina dalam perjalanan ke pusat kebugaran atau tempat kerja, siap menguasai hari itu. Yang satunya lagi, mabuk alkohol atau narkoba, sempoyongan pulang sambil berusaha melarikan diri dari hari itu."
Jadilah pria yang pertama. Hindari menjadi pria yang kedua.
Perbedaan antara kedua pria ini adalah bahwa yang pertama bersikap menyerang, sementara yang kedua bersikap bertahan. Pria yang menyerang menghadapi hari itu secara langsung. Bangun pagi dan siap melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencari nafkah, menafkahi keluarga, dan mengejar tujuan mereka. Pesannya jelas—serang, serang, serang. Tidak ada waktu untuk merengek atau mengeluh. Menempati posisi kedua tidak bisa diterima. Anda hanya akan menemukan para pemenang di pusat kebugaran atau tempat kerja sepagi itu.
Pria yang bertahan kemungkinan besar sedang melarikan diri dari masalahnya. Ia menjalani kehidupan yang ingin ia hindari. Ia pikir akan lebih baik jika bisa menenggelamkan rasa sakitnya dengan alkohol atau membuat dirinya mati rasa dengan narkoba. Namun, hampir tidak pernah demikian. Sulit memenangkan pertarungan jika Anda terus-menerus bertahan dan hanya bereaksi. Melarikan diri dari kenyataan mungkin terasa menyenangkan dalam jangka pendek, tetapi biasanya justru memperburuk masalah dalam jangka panjang.
Dan Anda tidak bisa menghadapi hari dengan penuh semangat sejak pagi buta jika malam sebelumnya Anda berpesta hingga larut.
Gagasan ini tak lekang oleh waktu. Benjamin Franklin, yang meninggal pada 1790, pernah berkata, “Tidur lebih awal dan bangun lebih awal membuat seseorang sehat, kaya, dan bijaksana.”
Sebuah gagasan hanya bisa menjadi abadi jika terbukti berhasil. Dan menjadi orang yang bangun pagi untuk menghadapi hari tak pernah ketinggalan zaman.
Ini adalah kutipan dari buku baru saya, How To Live An Extraordinary Life Volume 2. Anda bisa membeli bukunya di sini: https://www.amazon.com/How-Live-Extraordinary-Life-Two/dp/1804094153/