Misalkan nilai kepemilikan naik 20% lalu turun 20%, setelah satu putaran nilainya akan 4% lebih rendah daripada nilai awal.

Anda membeli suatu aset senilai 100 USDT, tanpa menambah atau menjual kepemilikan selama periode tersebut, dan untuk sementara mengabaikan biaya. Setelah naik 20%, nilai kepemilikan menjadi 120 USDT. Lalu nilainya turun 20% dari titik tersebut, yaitu 20% dari 120 atau 24 USDT, sehingga tersisa 96 USDT.

Bagian yang mudah salah dihitung adalah mengurangkan “naik 20%” dengan “turun 20%” secara langsung, lalu mengira hasilnya impas. Kenaikan pertama dihitung berdasarkan 100, sedangkan penurunan berikutnya berdasarkan 120, jadi nilai uang yang diwakili kedua persentase itu sudah berbeda. Jika Anda mencatat transaksi ini sebagai “tidak untung, tidak rugi”, saat memeriksa akun nanti, kerugian sebesar 4 USDT ini akan terlewat.

Selangkah lebih awal saat memeriksa: setiap kali menghitung kenaikan atau penurunan, catat dulu jumlah pada awal langkah tersebut, lalu hitung perubahan secara bertahap. Terakhir, bandingkan jumlah akhir dengan investasi awal. Dalam contoh ini, nilainya 96 dibandingkan 100, sehingga total penurunannya 4%. Jika Anda menambah atau menarik dana di tengah periode, catat arus kas tersebut secara terpisah; jangan langsung menerapkan contoh dua langkah ini.