#BitcoinOptionsVolatilityHitsFiveYearLow

Volatilitas opsi Bitcoin mendekati titik terendah dalam sejarah. Pertanyaan sebenarnya adalah apakah trader meremehkan risiko.

Menurut saya, bagian paling menarik dari sinyal ini bukanlah kemungkinan terjadinya penembusan harga. Yang menarik adalah kesenjangan antara ekspektasi yang tercermin dalam harga di pasar opsi dan apa yang mungkin benar-benar terjadi selanjutnya.

Saat volatilitas tersirat turun, harga opsi bisa menjadi lebih murah jika diukur dari volatilitasnya. Ini mungkin membuka peluang bagi trader yang memperkirakan pergerakan lebih besar, tetapi ada hal yang perlu diperhatikan: premi yang rendah tidak otomatis membuat opsi menjadi pilihan yang bagus. Bitcoin bisa tetap tenang lebih lama dari perkiraan, dan peluruhan nilai waktu dapat merugikan pembeli yang salah menentukan waktu.

Berikut hal-hal yang akan saya cermati.

Pertama, volatilitas tersirat dibandingkan dengan volatilitas terealisasi. Jika pasar memperkirakan volatilitas yang lebih rendah daripada pergerakan Bitcoin yang benar-benar terjadi, hal itu patut diperhatikan.

Kedua, posisi di pasar opsi. Apakah trader sedang mengakumulasi perlindungan terhadap penurunan harga, atau permintaan terhadap opsi jual mulai mereda?

Ketiga, volume perdagangan spot dan struktur harga. Sinyal volatilitas akan lebih informatif jika dikonfirmasi oleh aktivitas pasar yang sesungguhnya.

Satu hal penting yang perlu dibedakan: volatilitas rendah tidak memberi tahu kita apakah pergerakan besar berikutnya akan naik atau turun. Volatilitas memberi tahu kita tentang perkiraan besar pergerakan, bukan arahnya.

Saya tidak akan menyebutnya sebagai penembusan harga hanya karena volatilitas sedang tertekan. Saya akan menunggu konfirmasi alih-alih memperdagangkan prediksi.

Apakah trader meremehkan pergerakan Bitcoin berikutnya, atau mungkinkah kondisi volatilitas rendah ini bertahan lebih lama dari perkiraan kebanyakan orang?