Ledger mengonfirmasi adanya pemasangan implan perangkat keras tanpa izin pada perangkat yang terkait dengan pencurian lebih dari $86 juta.
Misteri di balik pengurasan massal lebih dari 300 dompet yang berisi $BTC Bitcoin, $ETH Ethereum, dan $TRX Tron mencapai titik terang setelah Ledger memberikan pernyataan resmi. Perusahaan tersebut mengonfirmasi akhir pekan ini bahwa salah satu perangkat milik korban yang dianalisis telah mengalami manipulasi fisik berupa pemasangan implan perangkat keras tanpa izin. Menurut laporan produsen, semua kasus yang dikonfirmasi hingga saat ini melibatkan unit yang dijual oleh CryptoBilis, pengecer resmi yang beroperasi di Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Dengan demikian, dipastikan bahwa server pusat maupun kanal penjualan langsung mereka tidak mengalami pembobolan.
Temuan ini memberikan bukti konkret pertama atas hal yang dikenal dalam keamanan siber sebagai serangan rantai pasokan. Tidak seperti kasus phishing atau penandatanganan kontrak berbahaya yang umum terjadi, para penyerang memodifikasi perangkat secara fisik sebelum sampai ke tangan pelanggan untuk mengkloning atau mengambil kunci privat. Sementara para peneliti independen memperkirakan dampak serangan ini mencapai 86 hingga 93 juta dolar, distributor regional tersebut menghentikan penjualan seluruh inventarisnya dan pihak berwenang setempat kini sedang menyelidiki bagaimana manipulasi fisik terhadap produk dalam kelompok tersebut bisa terjadi.
Menanggapi seriusnya insiden ini, Ledger mengeluarkan peringatan operasional langsung bagi semua pelanggan yang membeli produk melalui distributor tersebut. Perusahaan menyarankan mereka untuk tidak menginisialisasi perangkat yang masih berada di dalam kotak dan segera memindahkan dana ke seed baru yang dibuat pada perangkat yang diperoleh langsung melalui kanal pabrik.
Insiden ini memicu perdebatan mendalam tentang batas-batas penyimpanan mandiri, sekaligus menunjukkan bahwa meski perangkat dilengkapi cip berkeamanan tinggi, rantai distribusi fisik tetap menjadi mata rantai kritis yang harus diperiksa pengguna dengan sangat hati-hati.
#noticias
Misteri di balik pengurasan massal lebih dari 300 dompet yang berisi $BTC Bitcoin, $ETH Ethereum, dan $TRX Tron mencapai titik terang setelah Ledger memberikan pernyataan resmi. Perusahaan tersebut mengonfirmasi akhir pekan ini bahwa salah satu perangkat milik korban yang dianalisis telah mengalami manipulasi fisik berupa pemasangan implan perangkat keras tanpa izin. Menurut laporan produsen, semua kasus yang dikonfirmasi hingga saat ini melibatkan unit yang dijual oleh CryptoBilis, pengecer resmi yang beroperasi di Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Dengan demikian, dipastikan bahwa server pusat maupun kanal penjualan langsung mereka tidak mengalami pembobolan.
Temuan ini memberikan bukti konkret pertama atas hal yang dikenal dalam keamanan siber sebagai serangan rantai pasokan. Tidak seperti kasus phishing atau penandatanganan kontrak berbahaya yang umum terjadi, para penyerang memodifikasi perangkat secara fisik sebelum sampai ke tangan pelanggan untuk mengkloning atau mengambil kunci privat. Sementara para peneliti independen memperkirakan dampak serangan ini mencapai 86 hingga 93 juta dolar, distributor regional tersebut menghentikan penjualan seluruh inventarisnya dan pihak berwenang setempat kini sedang menyelidiki bagaimana manipulasi fisik terhadap produk dalam kelompok tersebut bisa terjadi.
Menanggapi seriusnya insiden ini, Ledger mengeluarkan peringatan operasional langsung bagi semua pelanggan yang membeli produk melalui distributor tersebut. Perusahaan menyarankan mereka untuk tidak menginisialisasi perangkat yang masih berada di dalam kotak dan segera memindahkan dana ke seed baru yang dibuat pada perangkat yang diperoleh langsung melalui kanal pabrik.
Insiden ini memicu perdebatan mendalam tentang batas-batas penyimpanan mandiri, sekaligus menunjukkan bahwa meski perangkat dilengkapi cip berkeamanan tinggi, rantai distribusi fisik tetap menjadi mata rantai kritis yang harus diperiksa pengguna dengan sangat hati-hati.
#noticias
