#fsb警告跨境稳定币监管仍不完善
【Pengamatan Investor Ritel】Stablecoin sudah digunakan di seluruh dunia, tetapi regulasi masih belum mengimbanginya
Memang ada pertentangan nyata antara skala stablecoin saat ini dan cara pengaturannya.
Ambil USDT sebagai contoh: satu token dapat berpindah antarnegara dan bursa. Pengguna hanya peduli apakah transfernya cepat dan transaksi mudah dilakukan. Namun, regulator perlu mencari tahu banyak hal yang jauh lebih rumit: di mana cadangan penerbit disimpan, siapa yang bertanggung jawab jika penebusan bermasalah, siapa yang menyelidiki setelah dana mengalir lintas negara, dan apakah data yang dikuasai berbagai negara bisa disatukan?
Pertanyaan-pertanyaan ini tidak begitu terlihat saat pasar stabil. Begitu terjadi penebusan besar-besaran, aset cadangan mengalami tekanan, atau risiko di suatu kawasan menyebar ke pasar lain, kesenjangan informasi antarregulator bisa menjadi masalah.
Yang menjadi perhatian FSB kali ini adalah pemantauan risiko dan kerja sama pengawasan terhadap pengaturan stablecoin lintas batas. Ini bukan berarti USDT atau USDC sudah bermasalah. Namun, ini menunjukkan bahwa regulator tidak menganggap kepatuhan stablecoin di negara tempat penerbitannya saja sudah cukup untuk menghadapi risiko di pasar global.
Bagi dunia kripto, hal ini juga memiliki makna lain: semakin dekat stablecoin dengan keuangan tradisional, semakin sulit pula menghindari tuntutan kepatuhan. Ke depannya, stablecoin yang benar-benar kompetitif belum tentu hanya yang paling praktis untuk transfer. Cadangan, penebusan, dan kepatuhan lintas batasnya juga harus mampu melewati pengujian.
Tentu saja, penguatan regulasi bukan berarti permintaan terhadap stablecoin akan menurun. Pertanyaannya, apakah biaya akhirnya ditanggung penerbit, atau lambat laun diteruskan kepada platform perdagangan dan pengguna?