Korea Selatan: sebuah bank meminjamkan won dengan $BTC sebagai jaminan—pertama di negara itu. Gagasannya bukan «jual bitcoin Anda». Justru sebaliknya: tetap memegang BTC dan meminjam mata uang lokal dengan BTC sebagai jaminan.
📋 Faktanya (Edaily, Aju Press, Bloomingbit, 12 Okt. 2026)
• Jeonbuk Bank (grup JB Financial): pinjaman won pertama dengan jaminan Bitcoin di sektor perbankan Korea
• Khusus untuk perusahaan, dan dana hanya boleh digunakan untuk kebutuhan operasional (modal kerja)
• Hanya BTC yang diterima: volume dan likuiditasnya paling tinggi, sehingga lebih mudah dinilai dan dijual kembali
• BTC disimpan oleh kustodian khusus; bank tidak memegangnya
• Jika terjadi gagal bayar: BTC dijual melalui proses hukum, lalu pinjaman dilunasi
• Suku bunga, batas pinjaman, dan LTV (porsi nilai BTC yang bisa dipinjam) tidak dipublikasikan
Cara kerjanya 👇
Bank menilai BTC berdasarkan harga dari beberapa platform global dan telah menguji skenario penurunan tajam. Jika harga turun terlalu jauh, nilai jaminan tak lagi cukup untuk menutup pinjaman: inilah risiko sebenarnya bagi peminjam.
Catatan: ini bukan produk untuk masyarakat umum. Bank konvensional memperlakukan BTC sebagai jaminan, seperti tanah atau persediaan barang.
🌍 Untuk Ibrahima, pedagang di Ouagadougou
Ia menyimpan sedikit BTC dan harus membayar pesanan sebelum menerima hasil penjualannya. Menjual = kehilangan posisinya. Meminjam dengan BTC sebagai jaminan = tetap memegang BTC, tetapi:
1. Penurunan 30% bisa membuatnya harus menambah jaminan atau memicu penjualan
2. Bunga tetap berjalan meski pasar sedang turun
3. Pinjamlah hanya sebanyak yang mampu Anda bayar dari penghasilan, bukan dengan berharap harga akan naik
Bagaimana menurut Anda: meminjam dengan kripto sebagai jaminan, ide bagus atau jebakan? 👇
Bukan nasihat keuangan. Lakukan riset sendiri.
Sumber: Edaily; Aju Press; Bloomingbit; TechM (Okt. 2026).
#Bitcoin #SouthKorea #Afrika
📋 Faktanya (Edaily, Aju Press, Bloomingbit, 12 Okt. 2026)
• Jeonbuk Bank (grup JB Financial): pinjaman won pertama dengan jaminan Bitcoin di sektor perbankan Korea
• Khusus untuk perusahaan, dan dana hanya boleh digunakan untuk kebutuhan operasional (modal kerja)
• Hanya BTC yang diterima: volume dan likuiditasnya paling tinggi, sehingga lebih mudah dinilai dan dijual kembali
• BTC disimpan oleh kustodian khusus; bank tidak memegangnya
• Jika terjadi gagal bayar: BTC dijual melalui proses hukum, lalu pinjaman dilunasi
• Suku bunga, batas pinjaman, dan LTV (porsi nilai BTC yang bisa dipinjam) tidak dipublikasikan
Cara kerjanya 👇
Bank menilai BTC berdasarkan harga dari beberapa platform global dan telah menguji skenario penurunan tajam. Jika harga turun terlalu jauh, nilai jaminan tak lagi cukup untuk menutup pinjaman: inilah risiko sebenarnya bagi peminjam.
Catatan: ini bukan produk untuk masyarakat umum. Bank konvensional memperlakukan BTC sebagai jaminan, seperti tanah atau persediaan barang.
🌍 Untuk Ibrahima, pedagang di Ouagadougou
Ia menyimpan sedikit BTC dan harus membayar pesanan sebelum menerima hasil penjualannya. Menjual = kehilangan posisinya. Meminjam dengan BTC sebagai jaminan = tetap memegang BTC, tetapi:
1. Penurunan 30% bisa membuatnya harus menambah jaminan atau memicu penjualan
2. Bunga tetap berjalan meski pasar sedang turun
3. Pinjamlah hanya sebanyak yang mampu Anda bayar dari penghasilan, bukan dengan berharap harga akan naik
Bagaimana menurut Anda: meminjam dengan kripto sebagai jaminan, ide bagus atau jebakan? 👇
Bukan nasihat keuangan. Lakukan riset sendiri.
Sumber: Edaily; Aju Press; Bloomingbit; TechM (Okt. 2026).
#Bitcoin #SouthKorea #Afrika