⚡️ Teman-teman, EtherFi akan meluncurkan stablecoin miliknya sendiri bernama EtherFi USD, dengan menggunakan solusi white-label Ethena sebagai infrastruktur dasarnya. Semua pekerjaan berat seperti cadangan, penerbitan dan penebusan, serta kepatuhan diserahkan kepada Ethena. EtherFi sendiri mempertahankan merek, hubungan dengan pengguna, dan imbal hasil dari simpanan.
Platform ini sudah memiliki simpanan stablecoin senilai lebih dari 300 juta dolar AS. Total pengeluaran dengan kartu tunainya mendekati 1 miliar dolar AS, dengan lebih dari 110 ribu kartu aktif.
Uang dan penggunanya sudah ada di sana, sementara kartu dan rekeningnya merupakan kanal distribusi yang siap digunakan. Sebelumnya, uang tersebut tersimpan dalam stablecoin milik pihak lain, sehingga keuntungan yang bisa diperoleh EtherFi terbatas. Kini, uang itu bisa dialihkan ke stablecoin milik sendiri, sehingga lebih banyak imbal hasil dari strategi yang mendasarinya bisa tetap mereka nikmati. Bagi proyek yang sedang berkembang menjadi neobank dengan layanan lengkap, langkah ini terasa wajar.
Logika white-label Ethena cukup jelas: mereka tidak merebut pengguna mitra, melainkan menstandarkan pekerjaan rumit stablecoin. Mitra mempertahankan tampilan depan dan mereknya, sementara Ethena menangani bagian belakang. Sebelumnya sudah ada USDm dari MegaETH dan jupUSD dari Jupiter, tetapi skalanya masih kecil. Porsi white-label dalam suplai USDe juga masih sangat rendah. Kali ini, EtherFi membawa skala yang jauh lebih besar. Selain itu, neobank berbeda dari blockchain atau DEX: simpanannya sudah tersedia, jadi mereka tidak perlu membangun ekosistem terlebih dahulu untuk kemudian mencari dana.
Jika berhasil, kemungkinan besar model ini akan menjadi cetak biru bagi Ethena untuk bekerja sama dengan lebih banyak neobank. Keduanya sebenarnya sedikit bersaing. Ethena sendiri juga sedang bergerak ke arah neobank, sementara EtherFi merupakan salah satu neobank kustodial mandiri dengan eksekusi yang cukup solid. Namun, kerja sama ini menunjukkan bahwa keduanya lebih mengincar pasar yang lebih besar di luar pengguna asli kripto, alih-alih saling berebut di pasar yang sudah ada.
Hasilnya adalah model yang makin umum: aplikasi mempertahankan merek dan pengguna, sedangkan bagian belakangnya terpusat pada segelintir penyedia infrastruktur. Bertambahnya penerbit stablecoin bukan berarti cadangannya makin terdesentralisasi. Sebaliknya, penerbitan, penebusan, dan kepatuhan di lapisan dasarnya justru bisa makin terkonsentrasi.
Bagi Ethena, keuntungannya adalah infrastrukturnya digunakan oleh lebih banyak aplikasi, sehingga penggunaan dan permintaan USDe ikut meningkat. Jika EtherFi bisa mengalihkan sebagian saldo stablecoin yang sudah ada di platformnya, tambahan volumenya akan cukup besar. Rincian biaya dan pembagian imbal hasil belum sepenuhnya diumumkan, jadi hal ini patut terus dipantau.
Arahnya sudah cukup jelas: Ethena sedang menjadikan dirinya lapisan backend untuk penerbitan stablecoin, sementara neobank seperti EtherFi merupakan jenis klien yang paling cocok untuknya saat ini.
Platform ini sudah memiliki simpanan stablecoin senilai lebih dari 300 juta dolar AS. Total pengeluaran dengan kartu tunainya mendekati 1 miliar dolar AS, dengan lebih dari 110 ribu kartu aktif.
Uang dan penggunanya sudah ada di sana, sementara kartu dan rekeningnya merupakan kanal distribusi yang siap digunakan. Sebelumnya, uang tersebut tersimpan dalam stablecoin milik pihak lain, sehingga keuntungan yang bisa diperoleh EtherFi terbatas. Kini, uang itu bisa dialihkan ke stablecoin milik sendiri, sehingga lebih banyak imbal hasil dari strategi yang mendasarinya bisa tetap mereka nikmati. Bagi proyek yang sedang berkembang menjadi neobank dengan layanan lengkap, langkah ini terasa wajar.
Logika white-label Ethena cukup jelas: mereka tidak merebut pengguna mitra, melainkan menstandarkan pekerjaan rumit stablecoin. Mitra mempertahankan tampilan depan dan mereknya, sementara Ethena menangani bagian belakang. Sebelumnya sudah ada USDm dari MegaETH dan jupUSD dari Jupiter, tetapi skalanya masih kecil. Porsi white-label dalam suplai USDe juga masih sangat rendah. Kali ini, EtherFi membawa skala yang jauh lebih besar. Selain itu, neobank berbeda dari blockchain atau DEX: simpanannya sudah tersedia, jadi mereka tidak perlu membangun ekosistem terlebih dahulu untuk kemudian mencari dana.
Jika berhasil, kemungkinan besar model ini akan menjadi cetak biru bagi Ethena untuk bekerja sama dengan lebih banyak neobank. Keduanya sebenarnya sedikit bersaing. Ethena sendiri juga sedang bergerak ke arah neobank, sementara EtherFi merupakan salah satu neobank kustodial mandiri dengan eksekusi yang cukup solid. Namun, kerja sama ini menunjukkan bahwa keduanya lebih mengincar pasar yang lebih besar di luar pengguna asli kripto, alih-alih saling berebut di pasar yang sudah ada.
Hasilnya adalah model yang makin umum: aplikasi mempertahankan merek dan pengguna, sedangkan bagian belakangnya terpusat pada segelintir penyedia infrastruktur. Bertambahnya penerbit stablecoin bukan berarti cadangannya makin terdesentralisasi. Sebaliknya, penerbitan, penebusan, dan kepatuhan di lapisan dasarnya justru bisa makin terkonsentrasi.
Bagi Ethena, keuntungannya adalah infrastrukturnya digunakan oleh lebih banyak aplikasi, sehingga penggunaan dan permintaan USDe ikut meningkat. Jika EtherFi bisa mengalihkan sebagian saldo stablecoin yang sudah ada di platformnya, tambahan volumenya akan cukup besar. Rincian biaya dan pembagian imbal hasil belum sepenuhnya diumumkan, jadi hal ini patut terus dipantau.
Arahnya sudah cukup jelas: Ethena sedang menjadikan dirinya lapisan backend untuk penerbitan stablecoin, sementara neobank seperti EtherFi merupakan jenis klien yang paling cocok untuknya saat ini.
