Setelah melihat grafik ini, sebagai orang yang sudah bertahun-tahun mengamati order book, pandangan saya cukup lugas:
Penurunan dari 83k ke 55k sebesar itu secara teknis sangat mungkin terjadi. Namun, yang benar-benar menentukan apakah harga bisa jatuh sejauh itu bukanlah garis-garis di grafik, melainkan tingkat penumpukan leverage dan kesediaan pasar spot untuk menyerap tekanan jual. Saat ini OI tidak terlalu ekstrem dan funding rate juga masih cukup terkendali. Kalau sampai terjadi “pembersihan pasar yang mematikan”, kemungkinan besar lapisan posisi long di sekitar 80k harus lebih dulu ditembus oleh likuidasi hingga memicu likuidasi beruntun. Kalau tidak, kemungkinan harganya hanya bergerak sideways di level tinggi dan menguras kesabaran, bukan langsung meluncur ke 55k.
Dari sudut pandang market maker, ada dua hal yang lebih penting: pertama, apakah selisih harga spot dan perpetual akan terus melebar selama penurunan; kedua, apakah likuiditas di level-level penting akan terserap atau kembali dipasang. Sering kali, saat harga jatuh ke area tertentu, order book justru menebal. Itu baru menunjukkan bahwa memang ada dana yang siap menyerap tekanan jual. Kalau harga terus turun sementara order book makin tipis, barulah itu perlu diwaspadai.
Kalau level 55k benar-benar tercapai, kemungkinan besar penyebabnya bukan sekadar koreksi teknis, melainkan likuiditas makro atau suatu peristiwa yang mendorong sentimen ke titik ekstrem. Saat itu, banyak posisi leverage sudah lama tersapu; yang tersisa adalah pemegang aset spot dan dana yang sudah bersiap. Saya sendiri tidak menganggap bagian peta jalan yang menunjukkan kenaikan setelahnya sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Logika akumulasi setelah siklus empat tahunan masih berlaku, tetapi tak seorang pun bisa memastikan waktunya.
Jadi, sikap saya selalu begini: grafik seperti ini bisa dijadikan referensi, tetapi jangan menganggapnya sebagai rencana trading yang presisi. Kalau memang ingin mengambil posisi, yang utama adalah ukuran posisi dan disiplin keluar, bukan menebak titik terendah. Pembersihan pasar memang bisa mematikan bagi kebanyakan orang, tetapi bagi mereka yang sudah lebih dulu mengurangi leverage dan menyisakan cukup amunisi, ini justru bisa menjadi peluang untuk menyusun posisi kembali.
Prediksi harga boleh meleset, tetapi manajemen posisi tidak boleh.