40 juta transaksi per detik adalah angka yang sangat mudah membuat kita berhenti sejenak. Namun untuk memahami maknanya, pertanyaan pertama seharusnya adalah: transaksi terjadi di mana, dan bagian mana yang divalidasi oleh blockchain?
1. Angka yang diumumkan
Menurut Sui Foundation, pengujian di Sui Basecamp di Singapura pada 7/10/2026 mencapai 40.614.180 TPS melalui Sui tunnels. Pengumuman tersebut menyebut CertiK memverifikasi secara langsung, sekaligus akan memeriksa data dan merilis laporan terperinci. Gambar yang menyertai merekam layar pada suatu momen dalam bagian demonstrasi, sehingga angka pada gambar berbeda dari hasil yang diumumkan.
2. Bagaimana cara kerja tunnels?
Sui menggambarkan tunnels sebagai kanal status dan pembayaran yang dapat diprogram. Para pihak berinteraksi secara off-chain di dalam kanal, lalu menyelesaikannya di Sui mainnet saat kanal ditutup. Status penutupan kanal ditandatangani bersama oleh para pihak dan dapat diverifikasi on-chain.
Eksperimen sebelumnya pada bulan Juli juga menggunakan mekanisme ini untuk pembayaran, gim, dan chat antara pengguna dengan AI agents. Hal itu membantu menjelaskan cakupan istilah “transaksi”: istilah ini mencakup interaksi di dalam aplikasi, bukan hanya transfer token.
3. Contoh yang mudah dibayangkan
Bayangkan dua layanan AI yang terus-menerus bertukar data berbayar. Ini hanya contoh ilustrasi, bukan gambaran produk yang sudah diluncurkan.
Layanan A membutuhkan paket data kecil dari layanan B. Setiap kali menerima data, kedua pihak memperbarui kewajiban pembayaran sesuai aturan yang telah disepakati. Jika setiap pertukaran harus dicatat di blockchain, sistem harus memproses transaksi yang sangat kecil dan terus berulang.
Dalam model kanal, banyak interaksi dapat berlangsung di antara para pihak sebelum hasilnya diselesaikan. Bayangkan seperti sesi kerja dengan buku rekonsiliasi tersendiri: yang perlu diperhatikan adalah bagaimana para pihak mengonfirmasi pembaruan, menetapkan hasil akhir, dan menangani perselisihan.
Contoh ini hanya menjelaskan cara memisahkan interaksi dari penyelesaian transaksi. Ini bukan berarti semua aplikasi AI dapat menggunakan model yang sama tanpa desain tambahan.
4. Mengapa kita harus memahami arti TPS dengan benar?
Menghitung pembaruan off-chain di dalam tunnels dan menghitung transaksi yang dieksekusi langsung di lapisan dasar adalah dua pengukuran yang berbeda. Karena itu, membandingkan angka ini dengan TPS blockchain lain hanya bermakna jika kita tahu bahwa keduanya mengukur jenis pekerjaan yang sama.
Saat membaca sebuah benchmark, saya akan bertanya:
• Tugas apa yang dilakukan setiap “transaksi”?
• Apakah angka tersebut merupakan puncak sesaat atau kecepatan yang bisa dipertahankan?
• Berapa banyak sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan beban kerja tersebut?
• Berapa lama pengguna harus menunggu sampai hasilnya diselesaikan?
• Apa yang terjadi jika salah satu pihak terputus atau tidak mau bekerja sama?
Angka yang tinggi bisa menjadi pembuka diskusi. Namun, pertanyaan-pertanyaan di ataslah yang membantu developer menilai apakah desain ini cocok untuk produk mereka.
5. Untuk apa AI agents dapat menggunakan model ini?
Menurut saya, arah yang layak dieksplorasi adalah interaksi yang sering terjadi dan bernilai kecil antara pihak-pihak yang berulang kali berhubungan.
Contohnya: sebuah agent membayar setiap kali menggunakan data; dua layanan merekonsiliasi banyak tugas dalam satu sesi; atau beberapa agent ikut bermain gim dengan status yang terus berubah. Ini adalah kemungkinan penggunaan, bukan bukti adanya permintaan komersial yang nyata.
Saat membangun produk, kecepatan hanya menyelesaikan sebagian masalah. Developer tetap harus merancang batas pengeluaran, izin penandatanganan, cara mencabut izin, pemeriksaan kualitas output, dan penanganan kesalahan. Agent yang bisa membayar dengan sangat cepat tetapi membeli data yang salah tetap merupakan produk yang bermasalah.
Saya juga ingin melihat pengalaman yang cukup sederhana agar pengguna memahami izin apa yang mereka berikan dan kapan dana diselesaikan. Kemudahan penggunaan itu perlu dinilai secara terpisah dari hasil benchmark.
6. Dari pencapaian teknis menuju nilai $SUI
Saya melihat rekor ini sebagai alasan untuk mempelajari arsitekturnya lebih dalam. Untuk menilai dampak ekonominya, kita membutuhkan lebih banyak data tentang aplikasi nyata, pelanggan yang membayar, biaya operasional, dan aktivitas penyelesaian transaksi yang sebenarnya.
Jumlah interaksi dalam pengujian tidak bisa begitu saja dikalikan dengan biaya gas untuk memperkirakan pendapatan jaringan. Rekor TPS juga belum cukup untuk dijadikan dasar memprediksi harga token.
Hal yang ingin saya ikuti selanjutnya adalah: produk apa yang dapat bekerja lebih baik berkat desain ini, siapa yang benar-benar membutuhkannya, dan bagaimana kebutuhan itu berubah menjadi aktivitas ekonomi di Sui?
Mana yang lebih menarik bagi Anda: angka TPS atau aplikasi yang dapat dibangun dengan mekanisme ini? Jika Anda seorang developer, masalah apa yang akan Anda coba atasi dengan tunnels terlebih dahulu?
Sumber resmi:
https://www.sui.io/blog/sui-sets-record-for-highest-verified-throughput-settled-to-a-blockchain
https://www.sui.io/blog/sui-processes-over-6-million-transactions-per-second-in-ai-agent-livestream-experiment
#SUI #SuiBasecamp #AIAgents $SUI
