Cardano baru saja menjadikan kepatuhan sebagai fitur bawaan token itu sendiri.
CIP-0113 resmi diumumkan telah aktif di mainnet pada TOKEN2049. Kini, penerbit dapat menyematkan pemeriksaan KYC, penyaringan sanksi, daftar putih/daftar hitam, pembekuan, dan transfer paksa langsung ke dalam token native. Jaringan secara otomatis memberlakukannya pada setiap transfer, pencetakan, dan pembakaran token—tanpa perlu hard fork.
Mengapa ini penting:
Penerbit stablecoin, pengelola dana, dan program obligasi tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk menerbitkan token. Mereka juga perlu mengendalikannya. Aset yang diatur memerlukan kemampuan bagi penerbit untuk membekukan alamat, menjalankan perintah pengadilan, dan memblokir entitas yang terkena sanksi bila diperlukan. Untuk pertama kalinya, CIP-0113 memberi aset native Cardano kemampuan tersebut, tanpa memerlukan token wrapped atau blockchain terpisah.
Dukungan dari Swiss menjadi sinyal kuat:
Swiss Capital Markets and Technology Association (CMTA) telah mengakui token aset terprogram CIP-0113 setara dengan standar smart contract CMTAT miliknya. Artinya, sekuritas ekuitas yang diterbitkan berdasarkan standar ini dapat diakui dalam kerangka sertifikasi Swiss.
Namun, ada kompromi yang perlu diakui:
Setelah sebuah token dapat diprogram, transfer harus melalui skrip validasi, yang menambah biaya dan beban verifikasi. Untuk token yang hanya memerlukan kontrol pencetakan dan pembakaran, kebijakan pencetakan biasa tetap menjadi pilihan yang lebih baik.
Cardano Foundation secara eksplisit menyatakan bahwa sasaran utamanya adalah bank, pengelola dana, dan penerbit stablecoin—bukan pemegang ADA sehari-hari. Ujian sesungguhnya adalah adopsi—belum ada penerbit yang disebutkan berkomitmen menggunakan standar ini.
Jadi, secara teknis, klaim bahwa Cardano siap untuk tokenisasi memang terbukti. Namun, dari sisi komersial, hal itu masih belum teruji.
$ZEC $LUMIA $BAT
#Cardano #ADA #tokenisation #RWA
CIP-0113 resmi diumumkan telah aktif di mainnet pada TOKEN2049. Kini, penerbit dapat menyematkan pemeriksaan KYC, penyaringan sanksi, daftar putih/daftar hitam, pembekuan, dan transfer paksa langsung ke dalam token native. Jaringan secara otomatis memberlakukannya pada setiap transfer, pencetakan, dan pembakaran token—tanpa perlu hard fork.
Mengapa ini penting:
Penerbit stablecoin, pengelola dana, dan program obligasi tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk menerbitkan token. Mereka juga perlu mengendalikannya. Aset yang diatur memerlukan kemampuan bagi penerbit untuk membekukan alamat, menjalankan perintah pengadilan, dan memblokir entitas yang terkena sanksi bila diperlukan. Untuk pertama kalinya, CIP-0113 memberi aset native Cardano kemampuan tersebut, tanpa memerlukan token wrapped atau blockchain terpisah.
Dukungan dari Swiss menjadi sinyal kuat:
Swiss Capital Markets and Technology Association (CMTA) telah mengakui token aset terprogram CIP-0113 setara dengan standar smart contract CMTAT miliknya. Artinya, sekuritas ekuitas yang diterbitkan berdasarkan standar ini dapat diakui dalam kerangka sertifikasi Swiss.
Namun, ada kompromi yang perlu diakui:
Setelah sebuah token dapat diprogram, transfer harus melalui skrip validasi, yang menambah biaya dan beban verifikasi. Untuk token yang hanya memerlukan kontrol pencetakan dan pembakaran, kebijakan pencetakan biasa tetap menjadi pilihan yang lebih baik.
Cardano Foundation secara eksplisit menyatakan bahwa sasaran utamanya adalah bank, pengelola dana, dan penerbit stablecoin—bukan pemegang ADA sehari-hari. Ujian sesungguhnya adalah adopsi—belum ada penerbit yang disebutkan berkomitmen menggunakan standar ini.
Jadi, secara teknis, klaim bahwa Cardano siap untuk tokenisasi memang terbukti. Namun, dari sisi komersial, hal itu masih belum teruji.
$ZEC $LUMIA $BAT
#Cardano #ADA #tokenisation #RWA