Bank-bank Korea Selatan sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan belanja sistem keamanan siber dan staf menyusul serangkaian serangan peretasan di dalam negeri. Menurut Sina Finance, sejumlah sumber mengatakan bahwa Shinhan Bank, Hana Bank, KB Kookmin Bank, dan beberapa bank besar lainnya mengungkapkan insiden pada bulan ini yang menyebabkan kebocoran data nasabah, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai skala kebocoran tersebut.

Shinhan Bank mengatakan pada 1 Oktober bahwa informasi pribadi sekitar 25.000 nasabah telah bocor, termasuk nama, nomor telepon, dan pendapatan tahunan. Menurut Sina Finance, para peretas menggunakan perangkat kecerdasan buatan canggih dalam serangan tersebut, dan bank-bank lain juga melaporkan kebocoran informasi nasabah serupa.

Menurut laporan tersebut, KB Kookmin Bank berencana menaikkan anggaran keamanan sibernya menjadi lebih dari 100 miliar won pada 2027, dari 86,07 miliar won tahun ini. Shinhan Bank berencana menetapkan anggaran keamanan siber terbesar dalam sejarahnya, sementara Hana Bank berencana mengeluarkan beberapa miliar won tahun depan untuk memperkuat sistem keamanannya. Bank-bank tersebut juga berencana menambah jumlah tim keamanan siber mereka tahun depan.

Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas serangan yang terjadi selama akhir pekan. Setelah itu, bank-bank mengumumkan langkah-langkah yang akan diambil.