🤔 Akankah AI mengurangi nilai yang asli?
Atau mengapa barang palsu membuat barang asli lebih mahal

Ketika mesin uap mulai menghasilkan jauh lebih banyak energi dari batu bara, semua orang berharap kebutuhan batu bara akan berkurang. Namun, ekonom Jevons (yang namanya diabadikan dalam paradoks tersebut) justru meramalkan sebaliknya—dan ternyata ia benar: semakin bermanfaat setiap ton batu bara, semakin banyak pula orang membelinya.

Barang palsu tampaknya bekerja dengan cara serupa. Penelitian menunjukkan bahwa Rolex atau Louis Vuitton palsu tidak menurunkan harga barang aslinya, tetapi justru menaikkannya. Sebab, peniruan massal mengiklankan merek tersebut sekaligus memberi sinyal bahwa barang itu layak ditiru. Coca-Cola tak pernah benar-benar berhasil menyingkirkan para penirunya, tetapi malah menjadikan hal itu sebagai slogan: «the real thing».

Menurut penulis, hal yang sama akan terjadi pada AI.
Pekerjaan rutin akan menghilang, tetapi semakin banyak konten seragam di sekitar kita, semakin mahal pula karya manusia. Label “dibuat oleh manusia” mulai bermunculan di pasaran, seperti hologram pada tas bermerek dulu.

✍️ Yang perlu kita lakukan hanyalah menggunakan AI sebagai “mesin uap” bagi pikiran dan meluangkan waktu untuk gagasan kita sendiri. Gagasan itu tak ternilai harganya.
$BTC