Pasar Kimia Global Bergerak Berbeda-beda saat Biaya Bahan Baku Naik dan Permintaan Hilir Tetap Lemah

šŸŒ Selama 5–9 Oktober, harga di sejumlah segmen pasar kimia global naik, terutama didorong oleh kenaikan biaya bahan baku dan pemulihan pascalibur di Tiongkok. Namun, lemahnya permintaan hilir terus membatasi cakupan pemulihan tersebut.

šŸ­ Di Eropa, kontrak etilena dan propilena bulan Oktober masing-masing naik EUR 80/ton, sementara stirena naik EUR 279/ton. Kenaikan biaya nafta mendorong produsen mengusulkan kenaikan harga PE/PP, meski permintaan yang lemah terus membatasi kemampuan mereka untuk meneruskan biaya tersebut.

šŸ‡ØšŸ‡³ Di Tiongkok, pasar PE/PP pulih setelah libur Golden Week, didukung oleh kontrak berjangka yang lebih kuat dan akumulasi persediaan yang lebih rendah dari perkiraan. Persediaan gabungan di Sinopec dan CNPC naik 21,5% setelah libur, kenaikan terkecil untuk periode yang sama dalam lima tahun. Kontrak berjangka metanol juga melonjak hampir 9% dalam satu sesi, didukung oleh pasokan spot yang lebih ketat dan tekanan biaya.

🌐 Perbedaan antarwilayah tetap mencolok. AS mempertahankan keunggulan biaya bahan baku berkat etana, Eropa menghadapi biaya energi yang tinggi, sementara pasar Asia diuntungkan oleh harga yang lebih kuat di Tiongkok. Pasar pupuk relatif lebih stabil, meskipun harga di AS masih berada di atas tingkat tahun sebelumnya.

šŸ“‰ Meskipun harga bahan kimia naik, pembeli terus membatasi penambahan persediaan karena margin keuntungan di sektor hilir masih tertekan. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan biaya dan kondisi pasokan, bukan pemulihan konsumsi yang kuat, menjadi pendorong utama kenaikan harga.

šŸ”Ž Ke depan, harga minyak, persediaan polimer di Tiongkok, dan aktivitas pembelian aktual di sektor hilir akan menjadi indikator penting. Biaya bahan baku yang tinggi dapat terus menopang harga bahan kimia, tetapi pemulihan yang berkelanjutan akan bergantung pada permintaan pengguna akhir yang lebih kuat.

#ChemicalMarket $NATGAS