The Fed menilai ada tiga faktor yang menyebabkan kelangkaan produk minyak olahan: hilangnya kapasitas pengolahan minyak di Timur Tengah, hilangnya kapasitas pengolahan minyak di Rusia, dan penghentian ekspor produk minyak olahan oleh China. Pada 2026, kapasitas pengolahan minyak yang ditutup secara permanen karena berbagai alasan diperkirakan mencapai sekitar 10%. Karena itu, crack spread akan tetap tinggi selama dua tahun ke depan dan saat ini sudah mencapai rekor tertinggi.