Melihat di CNBC / Nikkei: Firmus, perusahaan pusat data AI Australia yang mendapat investasi Nvidia, menarik rencana pencatatan sahamnya di ASX.

Angka penting: Semula mereka ingin menghimpun dana sekitar US$5–5,5 miliar (sekitar A$7,9 miliar), dengan harga A$11 per saham dan valuasi sekitar US$30,6–30,7 miliar—hampir tiga kali lipat putaran pendanaan pada Agustus (valuasi lebih dari US$10,5 miliar). IPO ini akan menjadi yang terbesar kedua dalam sejarah Australia. Dewan direksi menyatakan bahwa di tengah volatilitas pasar, persyaratan yang bisa disepakati tidak sejalan dengan prospek jangka panjang, sehingga mereka memutuskan untuk tidak memaksakan rencana tersebut. Selanjutnya, perusahaan akan beralih ke pasar privat dan juga mempertimbangkan opsi seperti Nasdaq.

Latar belakang: Dalam setahun terakhir, perusahaan menghimpun lebih dari US$3 miliar melalui pendanaan ekuitas. Nvidia, Coatue, Blackstone, dan Jane Street pernah berinvestasi; di sisi pelanggan ada OpenAI dan Meta. Para analis mengkritik valuasinya yang terlalu agresif—kapasitas yang telah dibangun sekitar 46 megawatt, sementara kapasitas sekitar 912 megawatt telah dikontrak, dan lebih dari separuhnya belum dibangun.

Pendanaan infrastruktur AI juga mulai makin selektif soal valuasi—dukungan Nvidia saja tidak cukup; hitung-hitungan bisnisnya harus masuk akal.

#AI #IPO #数据中心