Jumlah pemegang Ethereum $FET hanya bertambah 23 alamat—dari 164.830 pada 20 September menjadi 164.853 pada 9 Oktober 2026, menurut cuplikan data Etherscan. Untuk token yang terkait dengan Aliansi Superinteligensi Buatan, angka ini menjadi pengingat bahwa narasi yang didorong AI pun tidak otomatis berujung pada pertumbuhan dompet yang pesat. <Cite refs={["turn410403search5","turn410403search7"]}/>

Berikut detail yang membuat metrik ini tidak sesederhana kelihatannya: angka tersebut menunjukkan pemegang FET di Ethereum, bukan keseluruhan ekosistem. Dokumentasi Fetch.ai mengonfirmasi bahwa FET ERC-20 tersedia berdampingan dengan FET native di mainnetnya sendiri, dan token dapat ditransfer di antara keduanya. Artinya, jumlah pemegang di Ethereum hanya mencakup satu bagian dari gambaran keseluruhan. <Cite refs={["turn410403search9"]}/>

Ada hal lain yang membuatnya lebih rumit. FET mendukung saldo pecahan hingga 18 angka desimal, sehingga alamat yang menyimpan sisa saldo yang sangat kecil tetap dapat dihitung sebagai pemegang. Dompet bursa, transfer kustodian, migrasi token, dan konsolidasi alamat juga dapat memengaruhi distribusi tanpa selalu mencerminkan perubahan permintaan investor yang sesungguhnya. Kenaikan tipis yang diamati di sini bukan bukti adanya gelombang adopsi besar—tetapi juga tidak membuktikan bahwa adopsi telah mandek. Saya tidak dapat menentukan penyebab yang mendasarinya hanya dari cuplikan data pemegang.

Analisis yang lebih bermakna menggabungkan suplai yang beredar, distribusi token, partisipasi staking, dan aktivitas nyata di jaringan native maupun Ethereum. Jumlah pemegang memberikan konteks, bukan ukuran adopsi yang menyeluruh.

Jadi, ketika seseorang menyajikan peningkatan jumlah pemegang $FET sebagai bukti meningkatnya adopsi AI, apakah yang mereka ukur adalah penggunaan ekosistem yang nyata—atau sekadar menghitung alamat di satu blockchain?