Ada satu jenis kerugian dalam trading yang sangat mudah diabaikan.
Setiap hari memantau pasar, membaca artikel, mempelajari indikator, sampai daftar bacaan makin menumpuk. Orang lain membahas breakout, kamu mempelajari breakout; orang lain membahas tren, kamu mempelajari tren; ada yang menghasilkan uang dari trading jangka pendek, kamu pun mulai memikirkan trading jangka pendek. Namun, saat kembali melihat catatan trading sendiri, kesalahannya tetap itu-itu saja: masuk karena FOMO, tidak bisa bertahan, ingin menahan posisi saat rugi, lalu buru-buru keluar setelah untung sedikit.
Belakangan, saat menelusuri catatan trading lama, aku menemukan sesuatu yang menarik.
Kerugian terbesarku justru datang dari pergerakan pasar yang kupikir sudah kupahami. Karena merasa paham, aku berani memperbesar posisi; karena beberapa prediksi sebelumnya benar, kali ini pun aku berani bertaruh lebih awal.
Semakin banyak belajar, terkadang malah semakin besar nyali kita. Belakangan, aku mulai melakukan kebalikannya. Saat menemukan metode baru, aku tidak buru-buru mencobanya dengan uang sungguhan. Aku memasukkannya dulu ke dalam daftar pengamatan, lalu mengamati puluhan kali kemunculannya untuk melihat apakah aku benar-benar bisa memahaminya. Kalau tidak paham, tidak kuambil. Kalau tidak bisa menjelaskan alasan masuk, tidak kuambil. Kalau harus mencari indikator dadakan untuk menguatkan diri, juga tidak kuambil. Setelah begitu, aku malah tidak merasa seprofesional dulu. Aku tidak lagi membahas setiap hari indikator mana yang paling hebat dengan orang lain, dan malas meramal apakah besok harga akan naik atau turun. Namun, catatan tradingku sendiri mulai menjadi lebih jelas: mengapa masuk, di mana letak kesalahannya, kapan keluar, dan bagaimana hasil akhirnya.
Barulah saat itu aku sadar, bagian tersulit dalam trading bukanlah pasar yang terlalu rumit. Masalahnya, orang selalu ingin memasukkan semua hal rumit ke dalam pikirannya, lalu berkhayal bahwa dengan begitu mereka bisa lebih jarang melakukan kesalahan. Padahal, sering kali justru sebaliknya. Semakin banyak hal yang kamu ketahui, semakin mudah kamu mencari-cari alasan saat hendak membuka posisi. Pengetahuan yang benar-benar berguna bukanlah yang membuatmu berani trading di setiap pergerakan pasar, melainkan yang membuatmu tahu mengapa pergerakan pasar kali ini boleh dilewatkan@程总趋势论
Setiap hari memantau pasar, membaca artikel, mempelajari indikator, sampai daftar bacaan makin menumpuk. Orang lain membahas breakout, kamu mempelajari breakout; orang lain membahas tren, kamu mempelajari tren; ada yang menghasilkan uang dari trading jangka pendek, kamu pun mulai memikirkan trading jangka pendek. Namun, saat kembali melihat catatan trading sendiri, kesalahannya tetap itu-itu saja: masuk karena FOMO, tidak bisa bertahan, ingin menahan posisi saat rugi, lalu buru-buru keluar setelah untung sedikit.
Belakangan, saat menelusuri catatan trading lama, aku menemukan sesuatu yang menarik.
Kerugian terbesarku justru datang dari pergerakan pasar yang kupikir sudah kupahami. Karena merasa paham, aku berani memperbesar posisi; karena beberapa prediksi sebelumnya benar, kali ini pun aku berani bertaruh lebih awal.
Semakin banyak belajar, terkadang malah semakin besar nyali kita. Belakangan, aku mulai melakukan kebalikannya. Saat menemukan metode baru, aku tidak buru-buru mencobanya dengan uang sungguhan. Aku memasukkannya dulu ke dalam daftar pengamatan, lalu mengamati puluhan kali kemunculannya untuk melihat apakah aku benar-benar bisa memahaminya. Kalau tidak paham, tidak kuambil. Kalau tidak bisa menjelaskan alasan masuk, tidak kuambil. Kalau harus mencari indikator dadakan untuk menguatkan diri, juga tidak kuambil. Setelah begitu, aku malah tidak merasa seprofesional dulu. Aku tidak lagi membahas setiap hari indikator mana yang paling hebat dengan orang lain, dan malas meramal apakah besok harga akan naik atau turun. Namun, catatan tradingku sendiri mulai menjadi lebih jelas: mengapa masuk, di mana letak kesalahannya, kapan keluar, dan bagaimana hasil akhirnya.
Barulah saat itu aku sadar, bagian tersulit dalam trading bukanlah pasar yang terlalu rumit. Masalahnya, orang selalu ingin memasukkan semua hal rumit ke dalam pikirannya, lalu berkhayal bahwa dengan begitu mereka bisa lebih jarang melakukan kesalahan. Padahal, sering kali justru sebaliknya. Semakin banyak hal yang kamu ketahui, semakin mudah kamu mencari-cari alasan saat hendak membuka posisi. Pengetahuan yang benar-benar berguna bukanlah yang membuatmu berani trading di setiap pergerakan pasar, melainkan yang membuatmu tahu mengapa pergerakan pasar kali ini boleh dilewatkan@程总趋势论