Apakah kendali penetapan harga BTC mulai beralih dari ETF kembali ke “uang lama”?

Belakangan ini, ETF BTC terus mengalami arus keluar. Dalam dua hari perdagangan, total arus keluar mencapai US$729 juta. Namun, BTC tidak terus merosot; justru memantul dari US$80.400 ke sekitar US$82.500.

Di satu sisi, dana ETF menarik diri; di sisi lain, penurunan BTC tertahan. Situasi ini patut dicermati.

Data menunjukkan bahwa para whale menengah yang memegang 10–10.000 BTC telah menambah kepemilikan sebanyak 86.702 BTC dalam tiga minggu terakhir, senilai sekitar US$8,6 miliar.

BlackRock bahkan menjadi pengecualian. Dalam sebulan terakhir, perusahaan itu mencatat pembelian bersih sebesar US$1,57 miliar. Kepemilikan IBIT juga mencapai 62,3% dari total kepemilikan ETF Bitcoin di AS.

Lihat juga obligasi pemerintah AS: imbal hasil tenor 10 tahun naik menjadi 5,28%, sementara tenor 30 tahun naik menjadi 5,63%. Dalam lingkungan suku bunga tinggi, dana yang mengejar kenaikan harga tentu lebih mudah mundur.

Jadi, arus keluar ETF bukan berarti semua institusi sedang menjual, dan ketahanan harga juga bukan berarti titik terendah sudah terkonfirmasi.

Selanjutnya, ada dua hal utama yang perlu diperhatikan: apakah para whale akan terus menambah kepemilikan, dan kapan arus keluar dana ETF mulai mereda.

Yang benar-benar patut diperhatikan bukan hanya berapa banyak dana yang keluar, tetapi juga siapa yang terus membeli.