Menurut dokumen pengadilan, seorang pria yang didakwa bersama salah satu pendiri Super Micro Computer Inc., Yih-Shyan “Wally” Liaw, mengaku bersalah bersekongkol untuk mengirim chip mutakhir ke China dengan melanggar kontrol ekspor AS.

Kasus ini berpusat pada dugaan pengalihan server dan chip AI.