Setelah berputar-putar, ujung-ujungnya tetap BTC

Langkah Genius Group kali ini benar-benar realistis.

Pada April, mereka menjual seluruh Bitcoin untuk melunasi utang. Kini setelah larangan dicabut, mereka buru-buru membeli kembali 10 BTC.

Nilainya memang baru 850 ribu dolar AS, tetapi yang dibeli adalah sebuah keyakinan.

Pada awal 2025, perusahaan ini masih memegang 440 BTC, tetapi terpaksa menjualnya rugi demi bertahan hidup. Setelah berputar-putar, akhirnya mereka kembali ke pelukan Bitcoin.

Inilah hukum tak tertulis di dunia kripto: koin alternatif bisa jadi tidak bernilai, platform bisa kabur, tetapi pada akhirnya hanya Bitcoin yang paling tahan banting.

Kita sebagai investor ritel juga sama. Jangan terus mengeluh karena harga Bitcoin naiknya lambat. Tempatkan porsi utama portofolio di BTC; sekalipun pasar sedang bearish, kita tetap bisa tidur nyenyak.

Sudahlah, jangan neko-neko. Kumpulkan Bitcoin saja dengan tenang.

Ini hanya analisis makro dan bukan merupakan saran investasi.