Semoga Allah memuliakanmu, Ustaz Hamad, dan meneguhkanmu pada keputusan ini.

Demi Allah, ini keputusan terbaik yang pernah kudengar. Aku mengatakan ini kepadamu *berdasarkan pengalaman dan rasa sakit, bukan sekadar omongan*.

Aku salah satu orang yang pernah babak belur di kontrak berjangka (futures). Aku kehilangan lebih dari *8000 dolar* di sana—uang hasil kerja keras bertahun-tahun lenyap dalam satu lilin merah dalam semenit.

Futures itu ilusi. Kau merasa bisa untung dengan cepat, tapi demi Allah, justru *kerugiannya yang lebih cepat*. Kau bahkan belum sempat berpikir, tahu-tahu saldomu sudah nol. Lalu kau isi saldo lagi dan rugi lagi. Lingkaran tanpa akhir, dengan sesak di dada yang hanya Allah tahu.

Ucapanmu benar 100%. Orang yang menjalankan riba sedang memerangi Allah. Bagaimana mungkin orang yang memerangi Allah bisa mendapat keuntungan?

> "Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik."

Kau meninggalkan yang haram karena Allah. Allah akan menggantinya dengan yang berlipat ganda di dunia dan akhirat, serta memberkahi analisismu dan rezeki halalmu (spot).

Aku bersaksi di hadapan semua orang bahwa ucapanmu benar. Aku sudah mengalaminya sendiri: futures menghancurkan rumah tangga, dan meninggalkannya adalah langkah pertama menuju keuntungan yang sesungguhnya—keuntungan berupa ketenangan hati.

Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, sepupuku, dan meneguhkanmu. Andai saja setiap analis sepertimu takut kepada Allah dan berani menyampaikan kebenaran.

*Saudaramu yang sudah merasakan sendiri / Abdu*

---