Saat mengamati proyek DePIN, ada satu hal yang selalu saya perhatikan:
Setelah jaringan berjalan, apakah developer dan penyedia perangkat keras benar-benar bisa mendapatkan nilai darinya?
Salah satu hal menarik dari pendekatan @Acurast adalah kemampuannya menghubungkan kedua pihak ini.
1. Developer tidak perlu membangun infrastruktur komputasi sendiri
Dengan Acurast, developer bisa menggunakan sumber daya komputasi terdesentralisasi tanpa harus membeli dan merawat perangkat fisik sendiri dari awal.
Ini bukan hanya menekan biaya perangkat keras, tetapi juga menurunkan hambatan untuk menerapkan dan meningkatkan skala sumber daya komputasi.
2. Perangkat biasa pun berpeluang menjadi bagian dari jaringan
Ponsel pintar yang kompatibel dapat terhubung ke jaringan dan menyumbangkan daya pemrosesannya.
Bagi pemilik perangkat, ponsel bukan sekadar perangkat untuk konsumsi, tetapi juga bisa menjadi node yang menyediakan sumber daya komputasi, serta memperoleh imbalan $ACU dengan berpartisipasi dalam jaringan sesuai ketentuan.
Inilah salah satu logika inti DePIN:
Mengorganisasi sumber daya perangkat keras yang tersebar di berbagai tempat agar dapat melayani kebutuhan nyata.
3. Namun, ada satu data yang menurut saya perlu dilihat secara terpisah
Jumlah transaksi on-chain Acurast telah melampaui 1 miliar.
Ini merupakan pencapaian penting yang patut diperhatikan. Namun, jumlah transaksi saja belum cukup untuk membuktikan seberapa kuat permintaan komersial terhadap jaringan komputasinya.
Selanjutnya, ada tiga metrik yang ingin saya amati:
- Permintaan nyata: Berapa banyak developer yang terus menggunakan jaringan?
- Penerapan nyata: Berapa banyak aplikasi dan tugas komputasi yang berjalan dengan stabil?
- Tingkat pemanfaatan sumber daya: Seberapa besar kapasitas komputasi perangkat yang terhubung benar-benar digunakan?
Sebab, nilai DePIN bukan sekadar menghubungkan lebih banyak perangkat ke jaringan.
Yang lebih penting adalah apakah perangkat-perangkat ini bisa terus memenuhi permintaan, apakah developer bersedia terus membayar, dan apakah penyedia perangkat keras bisa mendapatkan imbalan yang layak.
Jika hubungan antara permintaan dan penawaran ini berjalan dengan baik, skala jaringan berpeluang berubah menjadi nilai yang lebih berkelanjutan.
Inilah arah yang paling saya perhatikan saat terus mengamati ekosistem @Acurast dan $ACU.
Setelah jaringan berjalan, apakah developer dan penyedia perangkat keras benar-benar bisa mendapatkan nilai darinya?
Salah satu hal menarik dari pendekatan @Acurast adalah kemampuannya menghubungkan kedua pihak ini.
1. Developer tidak perlu membangun infrastruktur komputasi sendiri
Dengan Acurast, developer bisa menggunakan sumber daya komputasi terdesentralisasi tanpa harus membeli dan merawat perangkat fisik sendiri dari awal.
Ini bukan hanya menekan biaya perangkat keras, tetapi juga menurunkan hambatan untuk menerapkan dan meningkatkan skala sumber daya komputasi.
2. Perangkat biasa pun berpeluang menjadi bagian dari jaringan
Ponsel pintar yang kompatibel dapat terhubung ke jaringan dan menyumbangkan daya pemrosesannya.
Bagi pemilik perangkat, ponsel bukan sekadar perangkat untuk konsumsi, tetapi juga bisa menjadi node yang menyediakan sumber daya komputasi, serta memperoleh imbalan $ACU dengan berpartisipasi dalam jaringan sesuai ketentuan.
Inilah salah satu logika inti DePIN:
Mengorganisasi sumber daya perangkat keras yang tersebar di berbagai tempat agar dapat melayani kebutuhan nyata.
3. Namun, ada satu data yang menurut saya perlu dilihat secara terpisah
Jumlah transaksi on-chain Acurast telah melampaui 1 miliar.
Ini merupakan pencapaian penting yang patut diperhatikan. Namun, jumlah transaksi saja belum cukup untuk membuktikan seberapa kuat permintaan komersial terhadap jaringan komputasinya.
Selanjutnya, ada tiga metrik yang ingin saya amati:
- Permintaan nyata: Berapa banyak developer yang terus menggunakan jaringan?
- Penerapan nyata: Berapa banyak aplikasi dan tugas komputasi yang berjalan dengan stabil?
- Tingkat pemanfaatan sumber daya: Seberapa besar kapasitas komputasi perangkat yang terhubung benar-benar digunakan?
Sebab, nilai DePIN bukan sekadar menghubungkan lebih banyak perangkat ke jaringan.
Yang lebih penting adalah apakah perangkat-perangkat ini bisa terus memenuhi permintaan, apakah developer bersedia terus membayar, dan apakah penyedia perangkat keras bisa mendapatkan imbalan yang layak.
Jika hubungan antara permintaan dan penawaran ini berjalan dengan baik, skala jaringan berpeluang berubah menjadi nilai yang lebih berkelanjutan.
Inilah arah yang paling saya perhatikan saat terus mengamati ekosistem @Acurast dan $ACU.
