Orang Tiongkok yang jungkir balik berinvestasi di luar negeri harus melewati sembilan rintangan.
① Baru terjun: Beli Nasdaq senilai 100 yuan setiap hari lewat Alipay, rasanya seperti sudah kerja di Wall Street. Belakangan baru sadar, produk OTC tidak bisa dijual saat pasar sedang berjalan, sementara ETF yang diperdagangkan di bursa lewat broker malah ada premi.
② Mulai paham: Katanya kartu Hong Kong praktis, jadi mulai mempelajari KTP, paspor, dan bukti alamat. Rasanya ingin menghafal semua lokasi cabang bank di Hong Kong.
③ Pertama kali frustrasi: Kartu Hong Kong dan akun Longbridge akhirnya berhasil dibuat, tapi ternyata uangnya tidak bisa masuk. Jatah valuta asing, transfer lintas negara, pemeriksaan risiko bank—mulai belajar lagi dari awal.
④ Makin tenggelam: Setelah tahu soal CRS, mulai meneliti HSBC Global, Wise, iFAST, Interactive Brokers, dan Charles Schwab satu per satu. Aplikasi keuangan di ponsel bahkan lebih banyak daripada gim.
⑤ Mulai menguasai jalurnya: ACH, SEPA, SWIFT sudah lancar diucapkan. Saat bertanya ke bank soal transfer lintas negara, ternyata kita lebih paham daripada petugas layanan pelanggan.
⑥ Mulai memahami dunia kripto: Mulai mempelajari USDT, menukarnya ke euro, mentransfernya ke bank, lalu menukarnya lagi ke dolar AS. Uang harus memutari setengah bumi hanya demi mengisi saldo untuk membeli saham AS.
⑦ Sudah kesurupan: Demi menghemat 0,5% kerugian akibat selisih kurs, sanggup meneliti semalaman.
⑧ Sudah parah: Empat kartu bank, tiga broker, lima bursa. Untuk tahu uang disimpan di mana, harus buka catatan di ponsel.
⑨ Tak tertolong lagi: Menghabiskan tiga jam mencari jalur deposit baru, akhirnya berhasil menghemat biaya sebesar 2 dolar. Lima menit setelah pasar saham AS buka, rugi 200 dolar.
Bangun keesokan paginya, lanjut mencari cara menghemat 2 dolar itu. 🤣
Akhirnya berhasil menuntaskan semuanya! Sudah jungkir balik selama lebih dari setengah tahun. Memang banyak orang hebat di internet; rangkumannya tepat sekali.
Tak perlu ke sana kemari, semuanya ada di Binance! 😂
$SPCXB
① Baru terjun: Beli Nasdaq senilai 100 yuan setiap hari lewat Alipay, rasanya seperti sudah kerja di Wall Street. Belakangan baru sadar, produk OTC tidak bisa dijual saat pasar sedang berjalan, sementara ETF yang diperdagangkan di bursa lewat broker malah ada premi.
② Mulai paham: Katanya kartu Hong Kong praktis, jadi mulai mempelajari KTP, paspor, dan bukti alamat. Rasanya ingin menghafal semua lokasi cabang bank di Hong Kong.
③ Pertama kali frustrasi: Kartu Hong Kong dan akun Longbridge akhirnya berhasil dibuat, tapi ternyata uangnya tidak bisa masuk. Jatah valuta asing, transfer lintas negara, pemeriksaan risiko bank—mulai belajar lagi dari awal.
④ Makin tenggelam: Setelah tahu soal CRS, mulai meneliti HSBC Global, Wise, iFAST, Interactive Brokers, dan Charles Schwab satu per satu. Aplikasi keuangan di ponsel bahkan lebih banyak daripada gim.
⑤ Mulai menguasai jalurnya: ACH, SEPA, SWIFT sudah lancar diucapkan. Saat bertanya ke bank soal transfer lintas negara, ternyata kita lebih paham daripada petugas layanan pelanggan.
⑥ Mulai memahami dunia kripto: Mulai mempelajari USDT, menukarnya ke euro, mentransfernya ke bank, lalu menukarnya lagi ke dolar AS. Uang harus memutari setengah bumi hanya demi mengisi saldo untuk membeli saham AS.
⑦ Sudah kesurupan: Demi menghemat 0,5% kerugian akibat selisih kurs, sanggup meneliti semalaman.
⑧ Sudah parah: Empat kartu bank, tiga broker, lima bursa. Untuk tahu uang disimpan di mana, harus buka catatan di ponsel.
⑨ Tak tertolong lagi: Menghabiskan tiga jam mencari jalur deposit baru, akhirnya berhasil menghemat biaya sebesar 2 dolar. Lima menit setelah pasar saham AS buka, rugi 200 dolar.
Bangun keesokan paginya, lanjut mencari cara menghemat 2 dolar itu. 🤣
Akhirnya berhasil menuntaskan semuanya! Sudah jungkir balik selama lebih dari setengah tahun. Memang banyak orang hebat di internet; rangkumannya tepat sekali.
Tak perlu ke sana kemari, semuanya ada di Binance! 😂
$SPCXB