Tesla berupaya mengecilkan penggunaan nama Full Self-Driving demi mendapatkan persetujuan untuk sistem bantuan pengemudinya di Eropa dan menjauhkan diri dari label yang sejak lama dikritik sebagai menyesatkan. Menurut Sina Finance, perusahaan itu belakangan mulai menggunakan nama "Tesla Assisted Driving" di situs web Eropanya, sementara situs AS-nya masih menyebut teknologi tersebut "Full Self-Driving (Supervised)."

Regulator, pegiat keselamatan, dan sejumlah pemilik telah lama mempertanyakan penamaan sistem bantuan pengemudi Tesla, dengan alasan bahwa "Full Self-Driving" dapat memberi kesan bahwa kendaraan mampu mengemudi sepenuhnya secara otonom, padahal pengemudi harus tetap waspada dan siap mengambil alih kendali. Para kritikus juga menuduh CEO Tesla Elon Musk membuat klaim yang terlalu berlebihan atau tidak didukung bukti mengenai kemampuan kendaraan perusahaan tersebut.

Tahun lalu, Departemen Kendaraan Bermotor California mengancam akan menangguhkan penjualan mobil Tesla di negara bagian tersebut karena dugaan penyesatan konsumen dalam pemasaran fitur bantuan pengemudinya. Regulator kemudian mencabut ancaman itu setelah Tesla mengambil langkah-langkah korektif, termasuk menghapus nama Autopilot secara bertahap dan memperjelas kapan Full Self-Driving harus diawasi oleh pengemudi.

FSD merupakan pendorong pendapatan penting bagi bisnis otomotif Tesla. Perusahaan biasanya mengenakan biaya $99 per bulan kepada pengemudi untuk menggunakannya. FSD juga menjadi bagian penting dari upaya Musk untuk mengubah Tesla menjadi perusahaan berbasis teknologi dan mengamankan posisi terdepan di bidang kendaraan otonom dan robotika.

Tesla berupaya menghadirkan FSD di Eropa, tempat adopsinya berkembang lebih lambat. Pada April, regulator Belanda menyetujui FSD, tetapi menyatakan bahwa versi yang disetujui di sana memiliki lebih banyak pembatasan daripada versi AS. Mereka juga menambahkan bahwa kendaraan yang dilengkapi Full Self-Driving (Supervised) bukanlah mobil otonom. Tesla masih berupaya mendapatkan persetujuan di negara-negara Eropa lainnya.