Bagi anak muda yang baru lulus, baru mulai bekerja, atau sedang mempertimbangkan untuk memulai usaha.
Belakangan ini kita sering melihat berbagai kisah tentang “kebebasan finansial”, “memanfaatkan peluang yang sedang tren”, dan “orang biasa yang bangkit meraih sukses”. Hal ini mudah menimbulkan kecemasan: apa orang lain sudah melangkah jauh di depan? Kalau baru mulai sekarang, apa sudah terlambat?
Artikel ini mungkin bisa memberimu beberapa jawaban..
Dalam sesi berbagi tertutup di Hong Kong, AMA untuk buku barunya (Binance Life), serta sejumlah wawancara investasi, Zhao Changpeng (CZ) baru-baru ini membagikan beberapa saran hidup bagi anak muda tentang kewirausahaan, keterampilan, dan investasi. Ia tidak menyampaikan teori-teori besar, melainkan lebih banyak berbagi pemikiran pribadi secara lugas dan praktis.
Berikut rangkuman beberapa pandangannya yang paling mewakili. Makna aslinya sebisa mungkin dipertahankan tanpa menambahkan tafsiran subjektif.
Satu, asah satu keunggulan utama dan berusahalah masuk ke 1% teratas di dunia, bahkan 0,1%
Persaingan saat ini bersifat global. CZ berkata, kamu harus benar-benar unggul di bidang yang kamu kuasai. Namun, secara realistis, akan sulit bagimu untuk jauh lebih hebat daripada para profesional di seluruh dunia.
Ambil contoh pemrograman. Ada puluhan juta programmer di seluruh dunia, jadi hampir mustahil bagimu untuk menjadi dua kali lebih hebat daripada semua orang. Namun, jika kamu sedikit lebih unggul daripada pesaing berikutnya dan berhasil masuk ke 1% teratas di dunia, bahkan 0,1%, imbalan yang kamu peroleh bisa beberapa kali, puluhan kali, bahkan ratusan kali lebih besar daripada yang didapat orang lain.
Perbedaan peringkat kemampuan mungkin terlihat kecil, tetapi peluang dan kompensasi yang didapat peringkat pertama dan kedua bisa sangat jauh berbeda!
Kuasai satu keterampilan inti terlebih dahulu. Kalau kelak berencana membangun startup, kamu bisa perlahan melengkapi kekurangan dalam hal jaringan, komunikasi, dan reputasi. Kalau tidak berencana membangun startup, kemampuan-kemampuan ini bisa dikembangkan sedikit demi sedikit. Teknologi, pemasaran, maupun keuangan bisa menjadi keunggulan utamamu.
Dua, jangan terburu-buru membangun startup; sebaiknya bekerja dulu di perusahaan besar selama 2–5 tahun
Sekarang, kita sering melihat hal-hal seperti ini di media sosial:
“Berhasil membangun startup saat kuliah.”
“Mencapai kebebasan finansial pada usia 25 tahun.”
“Mendapatkan pendanaan begitu lulus.”
Setelah terlalu sering melihatnya, kita jadi berpikir: aku juga ingin membangun startup, aku juga ingin sukses.
Saran CZ untuk anak muda justru: tidak perlu terburu-buru.
Kalau baru lulus, cobalah bekerja dulu selama beberapa tahun di perusahaan besar yang sudah mapan.
Ia sendiri pernah bekerja di Bloomberg selama empat tahun. Meski perusahaan besar memiliki “penyakit perusahaan besar” dan bisa membuat orang hanya menjadi roda kecil dalam mesin, perusahaan semacam itu juga punya sistem manajemen, proses, sistem produk, dan pengalaman organisasi yang lengkap. Kamu bisa terlebih dahulu melihat cara kerja perusahaan yang sudah mapan.
Sementara itu, membangun startup adalah hal yang sama sekali berbeda.
Startup tidak punya banyak cetak biru yang sudah tersedia, jadi banyak hal harus dipelajari sendiri. Cara membuat produk, mencari pengguna, menghasilkan uang, merekrut tim, dan menyelesaikan masalah—sering kali semuanya dipelajari sambil menghadapi berbagai hambatan.
Jadi, bekerja beberapa tahun sebelum membangun startup bukan berarti kamu tertinggal. Membangun startup memang membutuhkan waktu yang panjang. Banyak pendiri startup mengerjakannya selama sepuluh tahun atau bahkan lebih. Tidak perlu merasa harus segera mulai hanya karena melihat orang lain membangun startup saat berusia 20-an. CZ sendiri juga baru mendirikan Binance saat berusia sekitar 40 tahun. Jadi, usia bukanlah faktor terpenting dalam membangun startup.
Yang benar-benar penting adalah apakah kamu memiliki kemampuan, pengalaman, dan penilaian yang memadai.
Tiga, anak muda boleh mengambil risiko, tetapi jangan sampai membuat diri sendiri kehilangan segalanya
Biasanya beban keluarga anak muda lebih ringan, sehingga rasio risiko dan imbal hasilnya berbeda dan mereka bisa mengambil risiko yang sedikit lebih besar. Saat usia bertambah, tanggung jawab sosial makin berat dan kemampuan mengambil risiko melemah, tetapi tabungan dan jaringan pertemanan makin banyak. Keduanya perlu diseimbangkan.
Hanya ada satu patokan untuk menentukan apakah kamu bisa mengambil risiko: jika semuanya menjadi nol, apakah hidupmu masih bisa berlanjut, seberapa besar kualitas hidupmu akan terdampak, dan sampai sejauh mana dampak itu bisa kamu terima? Dahulu, CZ berani menempatkan sebagian besar dananya pada Bitcoin karena ia yakin bahwa sekalipun nilainya menjadi nol, ia masih bisa kembali ke Wall Street dan mencari pekerjaan dengan gaji enam digit dalam dolar AS, tanpa berdampak mendasar pada kehidupan keluarganya.
Ia dengan tegas menolak menjadikan “kaya dalam semalam” sebagai tujuan bagi anak muda. “Apa yang datang dengan cepat juga bisa pergi dengan cepat.” Hal yang bisa membuatmu kaya dalam semalam sering kali juga bisa membuat kekayaanmu ludes dalam semalam.
Cara yang lebih baik adalah mengumpulkannya sedikit demi sedikit agar pikiran lebih tenang dan kita lebih mampu mempertahankannya. Peluang berisiko tinggi sebaiknya dipecah menjadi banyak keputusan kecil dan posisi kecil untuk dicoba, bukan langsung menginvestasikan semuanya atau berutang untuk mengambil posisi besar.
Empat, modal terbesar anak muda adalah waktu—jangan terburu-buru
Ini mungkin salah satu gagasan terpenting yang disampaikan CZ saat membahas anak muda.
Banyak anak muda merasa tidak punya uang, sumber daya, atau latar belakang. Namun, kalau dilihat dari sudut pandang lain, usia muda itu sendiri adalah aset yang sangat besar.
Karena kamu masih punya banyak waktu. Jika membuat pilihan yang salah pada usia 20 tahun, kamu masih punya waktu untuk memulai kembali. Berganti bidang pada usia 25 tahun juga belum terlambat. Belajar keterampilan baru pada usia 30 tahun pun masih sempat.
Namun, jika seseorang menggunakan seluruh waktunya untuk mencemaskan “kapan aku bisa mendapatkan modal pertamaku”, ia justru akan mudah melewatkan hal-hal yang benar-benar penting.
CZ bahkan pernah berkata bahwa jika bisa menukar kekayaannya saat ini untuk kembali ke usia 18 tahun, ia akan melakukannya tanpa ragu.
Kenapa?
Karena kekayaan bisa diciptakan kembali. Namun, waktu tidak bisa kembali.
Jadi, saat masih muda, sebenarnya kamu tidak perlu terburu-buru. Kamu bisa mengendalikan biaya hidup dan mencurahkan lebih banyak waktu untuk belajar dan mengembangkan diri. Sisihkan sebagian uang setiap bulan, investasikan pada diri sendiri setiap bulan, dan tingkatkan kemampuanmu sedikit demi sedikit dari tahun ke tahun. Semua ini mungkin terlihat lambat. Namun, jika dilakukan secara konsisten selama sepuluh tahun, hasilnya bisa sangat berbeda. Waktu itu sendiri bekerja seperti bunga majemuk.
Lima, kendalikan waktu untuk hiburan dan teruslah belajar
Menurut CZ, peluang yang dimiliki anak muda sekarang sebenarnya lebih banyak daripada sebelumnya. Pasalnya, kita punya satu keunggulan: biaya untuk mendapatkan informasi sudah sangat rendah. Internet, komputasi awan, AI, dan blockchain semuanya menurunkan hambatan untuk belajar dan membangun startup.
Pengetahuan yang dahulu mungkin hanya bisa diperoleh dengan bergabung ke perusahaan tertentu, sekarang bisa ditemukan di internet.
Pertanyaannya: apakah kita benar-benar menggunakan waktu untuk memanfaatkan peluang-peluang ini?
Bermain gim, menonton video pendek, dan menggunakan media sosial tentu bisa menjadi hiburan. Namun, jika setiap hari kamu menghabiskan banyak waktu untuk kesenangan sesaat, beberapa tahun kemudian mungkin tidak ada kemampuan nyata yang tersisa.
Sebaliknya, kalau setiap hari belajar hal baru sedikit demi sedikit, meskipun hanya satu jam sehari, dalam beberapa tahun perbedaannya akan sangat besar.
Bukan berarti anak muda tidak boleh bersenang-senang. Yang penting adalah mengendalikan porsinya.
Hiburan bisa membantumu bersantai, tetapi yang benar-benar mengubah hidupmu adalah kemampuan yang dibangun melalui akumulasi jangka panjang.
Selain itu, belajar juga tidak harus selalu dilakukan dengan sangat “ngoyo”.
Membaca, belajar bahasa Inggris, mempelajari perangkat AI, memahami pasar keuangan, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan mempelajari suatu industri—semuanya merupakan bentuk pengembangan diri.
Yang penting: jangan berhenti berkembang.
Enam, seimbangkan investasi pada diri sendiri dan investasi keuangan
Setelah mulai menghasilkan uang, banyak anak muda langsung bingung:
Sebaiknya uang ini digunakan untuk belanja, ditabung, atau diinvestasikan?
Sebenarnya, tidak ada jawaban yang mutlak. Pandangan CZ lebih mengarah pada: temukan keseimbangan.
Saat masih muda, kemampuan menghasilkan uang biasanya belum mencapai puncaknya, jadi sama sekali tidak perlu menekan biaya hidup terlalu rendah demi menabung.
Di saat yang sama, kita juga tidak boleh menghabiskan semua uang yang diperoleh.
Yang lebih penting adalah menginvestasikan sebagian sumber daya untuk diri sendiri.
Misalnya, mempelajari keterampilan yang benar-benar bernilai. Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris. Belajar teknologi. Berkenalan dengan orang-orang yang lebih hebat. Mengembangkan keahlian profesional. Bahkan, berinvestasi pada tubuh dan kesehatan diri sendiri.
Karena aset terbesar anak muda bukanlah jumlah uang di rekening mereka saat ini, melainkan kemampuan menghasilkan uang selama puluhan tahun ke depan.
Jika sekarang kamu mengeluarkan 10.000 yuan untuk mempelajari keterampilan yang benar-benar bisa meningkatkan penghasilanmu di masa depan, nilainya mungkin lebih besar daripada menggunakan 10.000 yuan itu untuk mengejar fluktuasi pasar jangka pendek.
Jadi, investasi bukan hanya membeli saham, reksa dana, atau aset kripto.
Berinvestasi pada diri sendiri juga merupakan bentuk investasi.
Tujuh, pada tahap awal membangun startup, fokuslah pada dua hal terpenting: produk dan pengguna
Pada tahap awal membangun startup, hanya ada dua hal inti: produk dan pengguna.
Hanya dengan terus memberikan nilai kepada pengguna dan menarik mereka, perusahaan bisa memiliki landasan untuk tetap berdiri.
Pembangunan tim, urusan hukum, dan pemasaran bisa ditunda. Namun, untuk bisnis yang berkaitan dengan keuangan, kepatuhan harus diperhatikan lebih awal.
Sikap proaktif adalah salah satu karakteristik yang sangat dihargai Binance dalam perekrutan jarak jauh. CZ berkata, “Kalau kamu proaktif mendorong suatu hal, kemungkinan besar hal itu akan berhasil. Kalau kamu selalu menunggu atasan memeriksa baru mulai bekerja, akan sulit untuk berhasil.”
Sering kali, memilih hal yang tidak akan dilakukan lebih penting daripada memilih hal yang akan dilakukan. Banyak orang terbiasa langsung membalas pesan, mengikuti kegiatan sosial yang tidak bermanfaat, dan ikut-ikutan pilihan orang lain. Hal-hal seperti ini sebenarnya bisa dihilangkan.
Setelah berhasil, masalah justru akan semakin banyak. Kamu harus benar-benar mencintai hal ini agar bisa bertahan dalam jangka panjang. Jangan membagi saham secara merata begitu saja; pendiri harus tetap memegang hak pengambilan keputusan. Kendalikan risiko kegagalan, prioritaskan pendanaan ekuitas, dan jangan sampai terbebani utang besar. Sebisa mungkin, lakukan uji coba dan belajar dengan cepat sejak awal, tetapi pastikan untuk mengelola tingkat risikonya.
Delapan, beberapa prinsip dasar umum yang berlaku untuk semua orang
• Jangan hanya berfokus mencari uang; prioritaskan menciptakan nilai. Jika kamu menciptakan nilai sebesar 10, tetapi hanya menerima imbalan sebesar 8, dalam jangka panjang hasilnya justru akan lebih besar.
• Waktu adalah sumber daya yang paling langka. Cara terbaik mengelola waktu adalah membuat daftar “hal yang tidak akan dilakukan”.
• Bedakan keputusan berdasarkan besar kecilnya dampak dan apakah keputusan itu bisa dibatalkan: pikirkan perlahan keputusan besar yang tidak bisa dibatalkan; ambil keputusan kecil yang bisa diperbaiki dengan cepat, lalu sesuaikan sambil berjalan.
• Berkomitmenlah pada hubungan yang saling menguntungkan dalam jangka panjang, pegang teguh prinsip keadilan, dan jangan pernah melanggar batas moral.
Jalur hidup CZ sendiri: putus kuliah, bekerja di Bloomberg selama empat tahun, mengalami kegagalan startup berkali-kali, lalu mendirikan Binance saat berusia sekitar 40 tahun. Namun, ia berulang kali menekankan bahwa tidak ada satu jawaban yang benar untuk jalur perkembangan setiap orang. Intinya selalu sama: temukan arah yang cocok untuk diri sendiri dan terus ciptakan nilai bagi orang lain.
#CZ