【AI mulai mencari celah di BTC dan ETH! Banyak proyek kripto buru-buru mendaftar🔥】
🌟加入X先生的粉丝群聊跟进
AI mulai memasuki salah satu bidang terpenting dalam industri kripto: keamanan.
Anthropic baru-baru ini meluncurkan layanan gratis bernama OSS Scanner. Dengan menggunakan model AI canggih seperti Claude Mythos, layanan ini memindai perangkat lunak sumber terbuka secara berkala untuk membantu pengembang menemukan celah keamanan dan memberikan saran perbaikan.
Begitu kabar ini tersebar, sejumlah proyek kripto langsung mendaftar untuk bergabung.
Di antaranya adalah tim pengembang klien Ethereum, Nethermind, serta ZEUS, dompet untuk Bitcoin dan Lightning Network.
Mengapa mereka begitu antusias?
Karena di industri kripto, satu celah pada kode saja dapat menyebabkan aset pengguna dicuri, bahkan mengganggu operasional seluruh protokol.
Sebelumnya, pengembang perlu menghabiskan banyak waktu untuk memeriksa kode, memverifikasi celah, lalu memperbaikinya secara bertahap.
Kini, AI dapat membantu mereka menemukan potensi masalah dengan lebih cepat, bahkan memberikan cara untuk mereproduksi celah dan solusi perbaikannya.
Namun, ada perubahan penting di sini:
AI tidak hanya dapat membantu pihak yang bertahan, tetapi juga bisa membantu penyerang menemukan celah dengan lebih cepat.
Anthropic sebelumnya telah memperingatkan bahwa AI menurunkan hambatan untuk menemukan dan mengeksploitasi celah perangkat lunak. Jika penyerang dapat menemukan celah lebih cepat daripada pengembang memperbaikinya, risiko keamanan bisa semakin besar.
Tentu saja, pemindaian AI juga tidak 100% akurat. Laporan OSS Scanner tidak ditinjau satu per satu oleh manusia, sehingga tim proyek tetap perlu memverifikasinya sendiri agar tidak disesatkan oleh laporan yang keliru.
📌 Hal yang benar-benar perlu diperhatikan bukan hanya apakah AI dapat membantu proyek kripto menemukan celah, melainkan bahwa kecepatan dalam persaingan antara pihak yang menyerang dan bertahan di bidang keamanan bisa berubah drastis.
Bagi BTC, ETH, dan seluruh industri kripto, pihak yang dapat menemukan celah dan memperbaiki kode lebih cepat mungkin akan unggul dalam persaingan keamanan.
🌟加入X先生的粉丝群聊跟进
AI mulai memasuki salah satu bidang terpenting dalam industri kripto: keamanan.
Anthropic baru-baru ini meluncurkan layanan gratis bernama OSS Scanner. Dengan menggunakan model AI canggih seperti Claude Mythos, layanan ini memindai perangkat lunak sumber terbuka secara berkala untuk membantu pengembang menemukan celah keamanan dan memberikan saran perbaikan.
Begitu kabar ini tersebar, sejumlah proyek kripto langsung mendaftar untuk bergabung.
Di antaranya adalah tim pengembang klien Ethereum, Nethermind, serta ZEUS, dompet untuk Bitcoin dan Lightning Network.
Mengapa mereka begitu antusias?
Karena di industri kripto, satu celah pada kode saja dapat menyebabkan aset pengguna dicuri, bahkan mengganggu operasional seluruh protokol.
Sebelumnya, pengembang perlu menghabiskan banyak waktu untuk memeriksa kode, memverifikasi celah, lalu memperbaikinya secara bertahap.
Kini, AI dapat membantu mereka menemukan potensi masalah dengan lebih cepat, bahkan memberikan cara untuk mereproduksi celah dan solusi perbaikannya.
Namun, ada perubahan penting di sini:
AI tidak hanya dapat membantu pihak yang bertahan, tetapi juga bisa membantu penyerang menemukan celah dengan lebih cepat.
Anthropic sebelumnya telah memperingatkan bahwa AI menurunkan hambatan untuk menemukan dan mengeksploitasi celah perangkat lunak. Jika penyerang dapat menemukan celah lebih cepat daripada pengembang memperbaikinya, risiko keamanan bisa semakin besar.
Tentu saja, pemindaian AI juga tidak 100% akurat. Laporan OSS Scanner tidak ditinjau satu per satu oleh manusia, sehingga tim proyek tetap perlu memverifikasinya sendiri agar tidak disesatkan oleh laporan yang keliru.
📌 Hal yang benar-benar perlu diperhatikan bukan hanya apakah AI dapat membantu proyek kripto menemukan celah, melainkan bahwa kecepatan dalam persaingan antara pihak yang menyerang dan bertahan di bidang keamanan bisa berubah drastis.
Bagi BTC, ETH, dan seluruh industri kripto, pihak yang dapat menemukan celah dan memperbaiki kode lebih cepat mungkin akan unggul dalam persaingan keamanan.